Berita Tanjabbar
Safrial Angkat Bicara Soal Tudingan Sejumlah Inventaris Rumah Dinas Bupati Tanjabbar yang Hilang
Safrial menyebutkan, perabotan yang ada di rumah dinas sudah dilelang.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Mantan Bupati Tanjabbar, Safrial angkat bicara soal perabot dan tempat tidur di rumah dinas Bupati Tanjabbar yang hilang.
Safrial menyebutkan, perabotan yang ada di rumah dinas sudah dilelang.
Ia juga mengatakan bahwa Ketua KNPI Tanjabbar, Dadang juga telah meminta maaf kepada dirinya.
Baca juga: VIDEO Mertua di Tulung Selapan Tewas Setelah Makan Pindang Bercampur Racun yang Disajikan Menantu
Baca juga: Tolak KLB di Medan, Kader Demokrat Bungo Siap Ribut
Baca juga: Kronologi Detik-detik Ibu dan Anak Korban Tabrak Lari di Merangin Tewas
Sementara itu, dalam kesempatan ini, Safrial mengatakan bahwa Bupati Tanjabbar terpilih seharusnya kroscek ketiadaan perabot di rumah dinas.
"Ini ketua KNPI tadi malam sudah minta ampun sama saya, sudah minta maaf. Sok tau dia, kemudian pejabat yang baru (bupati) ini juga kan sok tau. Seharusnya kroscek dulu," katanya melalui telepon WA, Senin (8/3/2021).
Ia menyebutkan bahwa timbulnya berita tersebut merasa dirinya harus meluruskan terhadap pemberitaan tersebut.
Ia menyayangkan adanya statmen yang keluar tanpa dikonfirmasi pada instansi terkait, apalagi statmen tersebut keluar dari pejabat publik dalam hal ini Bupati.
"Itu kan sudah di lelang kan dan yang baru kan juga sudah dibeli. Makanya saya bilang, kita sebagai pejabat publik jangan lah ngomong seperti itu. Bukti pembayaran juga sudah di setorkan ke Kas, cek saya," pungkasnya
Sebelumnya diberitakan bahwa sudah satu minggu di lantik, Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat belum menepati rumah dinas yang seharusnya diperuntukkan untuk Bupati.
Keterangan ini disampaikan oleh Ketua KNPI Tanjab Barat, Dadang Ginanjar.
Ini disampaikan oleh Dadang, hal ini terungkap dari pernyataan langsung oleh Anwar Sadat ketika KNPI bersilturahmi ke Rumah Dinas Bupati.
Kata Dadang, dalam sela-sela silaturahmi Anwar curhat soal belum menepati rumah dinasnya lantaran perobatan dan kasur di rumah dinas yang tidak ada.