Berita Bungo

Pernah Ditawari Rp 200 Juta untuk Ikut KLB, Acik Bilal Sebut dia Masih Punya Uang Rp 3 Miliar

Mereka menolak keras KLB yang dilakukan di Medan dan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Tolak KLB di Medan, Kader Demokrat Bungo Siap Ribut 

Pernah Ditawari Rp 200 Juta untuk Ikut KLB, Acik Bilal Sebut dia Masih Punya Uang Rp 3 MiliarTRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Kader Partai Demokrat Bungo solid untuk mendukung dan mempertahankan AHY sebagai ketua umum partai.

Mereka menolak keras KLB yang dilakukan di Medan dan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum.

Ketua DPC Demokrat Bungo Syaiful Acik Bilal menyebut jika kader partai yang telah membesarkan dia di Bungo ini solid mendukung AHY dan menolak KLB yang dilakukan di Medan beberapa hari lalu.

Baca juga: Saring Data di Dukcapil, Pemkot Jambi Seleksi Lansia Penerima Vaksin Covid-19

Baca juga: Safrial Angkat Bicara Soal Tudingan Sejumlah Inventaris Rumah Dinas Bupati Tanjabbar yang Hilang

Baca juga: Kronologi Detik-detik Ibu dan Anak Korban Tabrak Lari di Merangin Tewas

Anggota DPRD Bungo yang sudah menjabat empat periode ini menyebut jika ada kadernya yang berbelor dengan mengikuti kegiatan KLB, maka siap-siap dipecat dengan tidak terhormat.

"Bukan tidak terhormat lagi, kalau ada kata diatas tidak terhormat, itulah dia," ungkap Acik Bilal, Minggu (8/3) malam.

Sesuai dengan amanat dari pusat, DPC berhak memecat kader yang membelot. Untuk itu, dirinya tegas dalam hal itu.

Dikatakan Acik Bilal, jika dirinya ingin membelot dan mendukung KLB, maka dirinya sudah mendapatkan uang, karena dirinya pernah ditawarkan uang ratusan juta.

"Waktu itu saya ditawarkan Rp 200 juta. Terus saya bilang, saya masih punya uang Rp 3 miliar, jadi tidak butuh uang segitu," katanya.

Dirinya menegaskan jika sampai kapanpun dia akan tetap setia dengan AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat.

"Kami setia dengan AHY dan menolak KLB di Medan," imbuhnya.

Untuk diketahui, puluhan Kader Partai Demokrat Kabupaten Bungo berkumpul dan menolak keras dengan terjadinya KLB yang dilaksanakan di Serdang Sumatera Utara beberapa hari lalu.

Mereka menilai apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti KLB tersebut merupakan penghianat yang hanya mengacaukan ketenangan negara.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bungo H Syaiful Acik Bilal, S.Spd.i menyebut jika pihaknya menolak keras terjadinya KLB tersebut dan mereka hanya mengakui AHY sebagai ketua umum Demokrat.

"Kami bersama AHY, tolak KLB. Hancurkan KLB," tegas Acik Bilal yang disambut riuh kader Demokrat Bungo. Minggu (8/3) malam.

Menurut dia, apa yang dilakukan mereka yang ikut KLB termasuk ketua terpilih dari KLB Moeldoko merupakan penghianat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved