Berita Bungo
Pernah Ditawari Rp 200 Juta untuk Ikut KLB, Acik Bilal Sebut dia Masih Punya Uang Rp 3 Miliar
Mereka menolak keras KLB yang dilakukan di Medan dan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum.
Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Apalagi sebagian mereka yang mengikuti KLB tersebut merupakan kader yang sudah bermasalah dan dipecat dari kepengurusan.
Untuk itu, dirinya meminta kepada jajaran pengurus Partai Demokrat Indonesia untuk bersatu membesarkan partai Demokrat ini.
"Seorang panglima yang telah dibesarkan oleh negara, yang telah dibina dan diangkat, tau-tau tidak punya martabat. Apakah itu panglima yang akan merebut kemerdekaan partai Demokrat," katanya.
"Sadar pak. Sadar pak Moeldoko. Bahwa tidak ada penjajahan diatas dunia menghapus hak-hak asasi 1945, bahwa kita sudah merdeka. Jangan dijajah lagi, jangan diinjak lagi, jangan dihabiskan lagi. Demokrat adalah partai yang setia kepada AHY dan sebagai pimpinan SBY," lanjut Acik Bilal.
Dia mengumpamakan orang yang terlibat dalam KLB ini sebagai pengganggu orang yang tengah tidur.
Katanya, jangan sesekali mengganggu orang yang tengah tidur. Jika mengganggu orang yang tengah tidur maka akan menjadi keributan.
Katanya, mereka tidak mau mencari ribut, namun jika diajak ribut, maka mereka siap untuk ribut.
"Kalau mau cari ribut, kami siap untuk ribut," tegasnya.