Breaking News:

Sudah 5 Tahun Tak Jual Bensin, Pembeli BBM di Sungai Penuh Lebih Memilih Pertalite

Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sulit didapatkan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Walaupun ada, hanya dijual oleh pengecer

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/heru pitra
Antrean kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Pelayang Raya Sungai Penuh, Minggu (21/2). Video SPBU melayani jeriken sempat menjadi viral belakangan ini. 

Adapun rata-rata harga bensin yang dijual pengecer adalah Rp10.000 perliter.

"Kami dapat dari Solok, kami jual kembali dengan harga sepuluh ribu perliter," ujar pengecer.(pit)

Layani Jeriken untuk UMKM

BEBERAPA hari terakhir heboh di media sosial pembelian BBM jenis Solar subsidi menggunakan jeriken di SPBU Pelayang Raya Sungai Penuh. Adanya informasi tersebut ditanggapi serius oleh pihak SPBU.

Manager SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Sa'adiah dikonfirmasi menjelaskan, bahwa di SPBU Pelayang Raya memang melayani pengisian jeriken, salah satunya bio solar subsidi. Namun kata dia, pengisian jeriken bio solar diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ada di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci.

"Untuk saat ini tercatat sekitar 150 lebih UMKM yang membeli BBM jenis bio solar di SPBU kita. UMKM ini sesuai dengan data rekomendasi dari kepala desa, seperti UMKM penggiling padi, dan jenis UMKM lainnya yang menggunakan BBM bio solar," ungkapnya.

Selain untuk UMKM Solar subsidi juga dijual untuk kendaraan. Perbandingannya 70 persen untuk kendaraan dan 30 untuk UMKM.

Setiap UMKM mendapat jatah BBM terbatas, yakni paling banyak 3 jeriken setiap pengisian. Dengan jumlah UMKM yang mencapai 150 tentu jumlah jeriken yang diisi tidak sedikit. Sementara untuk kendaraan maksimal bisa mendapat sebanyak 60 liter perkendaraan.

"Stok Solar kita 14.000 kl perhari, jumlah inilah yang kita bagi-bagikan. Jika melihat dari jumlah kendaraan dan UMKM, jumlah ini tidak mencukupi," jelasnya.

Sa'adiah juga menjelaskan, terkait adanya antre kendaraan beberapa waktu belakangan, itu disebabkan karena salah satu SPBU di Kota Sungaipenuh belum beroperasi yakni SPBU di Kumun. Sehingga masyarakat dari wilayah hilir mengisi BBM di SPBU Pelayang Raya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved