Breaking News:

Sudah 5 Tahun Tak Jual Bensin, Pembeli BBM di Sungai Penuh Lebih Memilih Pertalite

Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sulit didapatkan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Walaupun ada, hanya dijual oleh pengecer

Tribunjambi/heru pitra
Antrean kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Pelayang Raya Sungai Penuh, Minggu (21/2). Video SPBU melayani jeriken sempat menjadi viral belakangan ini. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sulit didapatkan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Walaupun ada, hanya dijual oleh pengecer yang ada di wilayah Kecamatan Kayu Aro.

Pantauan Tribun, di beberapa SPBU Sungai Penuh tidak ditemui adanya premium. Pihak SPBU mengaku sudah tidak menjual bensin lagi.

Seperti yang disampaikan oleh Manejer SPBU Pelayang Raya Sungai Penuh, Sa'adiah ditemui kemarin. Ia mengatakan, di SPBUnya sudah lima tahun tidak lagi menjual premium.

"Sebab sejak ada pertalite, bensin kurang diminati masyarakat," katanya.

Itu terbukti jelasnya, saat pertalite muncul, penjualan bensin berkurang. Bensin yang mereka jual selalu telat habis, hingga membuat omset mereka berkurang.

"Itulah sebabnya kami tidak menjual bensin lagi dan lebih memilih pertalite," jelasnya.

Pantauan Tribun bukan hanya di SPBU tidak ditemukan bensin. Di tingkat pengecer juga sulit ditemukan BBM subsidi tersebut.
Bahkan di Kota Sungai Penuh dan wilayah Kerinci bagian Siulak hingga Kerinci Hilir tidak ada pengecer yang menjual bensin.

Pada umumnya BBM yang dijual tingkat pengecer adalah jenis pertalite.

Namun pemandangan berbeda terlihat di wilayah Kayu Aro. Di wilayah Kerinci paling barat itu, justru banyak ditemui pengecer yang menjual bensin.

Banyaknya bensin di wilayah Kayu Aro, ternyata dipasok dari luar Kerinci. Yakni didatangkan dari Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.

Halaman
123
Penulis: Herupitra
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved