Sosok Mayor (Purn) Saleh, Paling Kejam di Akmil yang Hukum AHY dan Ponakan SBY Sampai Jungkir Balik
Danang Prasetyo Utomo, keponakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dihukum oleh taruna senior paling kejam di Akmil pada era 1996 - 1999.
Keponakan SBY Jungkir Balik Dihukum Taruna Senior Paling Kejam di Akmil, Kini Jabat Posisi Mentereng di TNI
Siapakah Mayor Saleh, Senior Paling Kejam di Akmil yang Benari Hukum AHY dan Ponakan SBY Sampai Jungkir Balik
TRIBUNJAMBI.COM-Danang Prasetyo Utomo, keponakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dihukum oleh taruna senior paling kejam di Akmil pada era 1996 - 1999.
Danang adalah anak anak dari kakak perempuannya Ibu Ani Yudhoyono, yakni Wrahasti Cendrawasih.
Ayah Danang yakni Kolonel Erwin Sudjono sedang menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, saat itu Danang menjadi Taruna.
Kisah Danang dihukum taruna senior paling kejam diceritakan oleh Mayor (purn) Muhammad Saleh lewat akun YouTubenya MPS Sang Mayor Pemersatu.
Saleh menceritakan bahwa pada tahun 1998 dirinya sudah berpangkat Sersan Taruna karena sudah tingkat 2 di Akmil.
Sebab Saleh masuk Akmil pada tahun 1996 dan lulus pada tahun 1999.
• Langkah Indonesia Hadapi Bentrokan dengan China Disorot Media Amerika, Perairan Natuna Terancam
• Borok SBY Dibongkar Saat Kongres, Max Sopacua Kecewa Dibuang dari Demokrat, Begini SBY Aslinya
• Kritikan Pedas Darmizal ke AHY, Putra SBY Disebut Lupa Sejarah Demokrat, Sibuk Pencitraan!
Sekitar tahun 1998, Sersan Taruna M. Saleh melihat mobil Komanda Resimen Taruna Akmil masuk ke kesatriaan Akmil pada sore hari.
Saleh heran ada mobil Danresimen dan memilih menghentikannya persis di dekat Gereja dan Masjid Akmil.
Dia melihat ada seseorang di bagian belakang mobil.
Ia pun lantas menanyakan siapa yang ada di belakang mobil kepada PNS yang mengemudikan mobil tersebut.
PNS tersebut mengaku tidak membawa siapapun.
Saleh bertanya lagi, tetapi PNS tersebut tetap tidak mengaku.
Ketika ditanya ketiga kalinya, barulah PNS Akmil itu mengaku bahwa ia membawa 'Mas Danang', anak Danresimen Akmil.