Pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962, KRI Macan Tutul dan Yos Sudarso Dihujani Tembakan

Tiga kapal milik Indonesia, KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo...

Editor: Duanto AS
Kolase/Wikipedia
Yos Sudarso dan KRI Macan Tutul 

Saat itu, 3 kapal milik Indonesia, yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli.

Menjelang pukul 21,00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri.

Tanda itu tidak bergerak, di mana berarti kapal itu sedang berhenti.

Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune mendekat.

Pesawat itu menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut.

Neptune
Neptune ()

Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau.

Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran.

Baca juga: Di Timor-Timor 80 Prajurit Paskhas Siap Lempar Granat ke INTERFET saat Pangkoopsau Ditodong Senjata

Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur.

Namun, kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan.

Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul.

Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".

( Tribunjambi.com/* )

Baca juga: Peti Emas Ditemukan Kopassus, Teriak Benny Moerdani Bikin Baret Merah Ciut: Tinggalkan atau Kau Mati

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved