Breaking News:

Berita Kota Jambi

Bisnis Bioskop Terpukul Akibat Pandemi, PAD di Kota Jambi 2020 Kena Dampaknya

Irfany Wijaya, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, mengatakan 2020 sangat signifikan memperngaruhi capaian reali

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rara khushshoh
Irfany Wijaya, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kontribusi pajak hiburan bioskop menurun pada 2020. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terkena dampaknya.

Irfany Wijaya, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, mengatakan 2020 sangat signifikan memperngaruhi capaian realisasi.

"Khususnya di sektor pajak. Karena pada posisi penyusunan kegiatan dinilai 250 miliyar lebih."

"Kemudian kita harus melaksanakan rasionalisasi dana. Banyak sekali target-target capaian yang tidak tercapai," ujar Irfany, Senin (28/12/2020).

Selain itu, ia menceritakan, dari sisi rasionalisasi, masih ada sektor pajak yang sulit untuk dicapai.

Karena, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi Pemerintah Kota Jambi mempertimbangkan dua hal. Sisi kesehatan yang berdampak pada keselamatan publik juga perekonomian.

Baca juga: Kabar Gembira, 188 CPNS Tanjabtim Siap Terima Gaji

Baca juga: Mulai Tanam 2018, Kini Kebun Melon Jenis Golden Alissa di Batanghari Hasilkan Enam Ton Sekali Panen

Baca juga: Berharap 2021 Kembali Normal, Rencana PAD Naik Tiap Tahunnya Dapat Tercapai, 2021 Jadi Rp 270 M

Lebih lanjut, kata Irfany, Pemkot benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan juga benar diawasi oleh Satgas Covid-19 maupun BPPRD Kota Jambi sebagai pengelola pajak.

"Artinya tetap memperhatikan benar protokol kesehatan."

"Namun sangat berdampak pada objek pajak hiburan. Karena potensi terbesar tertularnya itu salah satunya di bioskop," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved