Breaking News:

Pilkada di Jambi

Hati-hati, Ini Sanksi Jika Masih Kampanye di Masa Tenang Pilkada Serentak 2020

Setelah masuknya masa tenang, menurut Fahrul berarti tidak ada lagi proses kampanye dilakukan.

tribunjambi/Hendro Herlambang
Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Fachrul Rozi kepada wartawan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Fahrul Rozi, mengingatkan bahwa masa kampanye Pilkada Serentak 2020 sudah berakhir kemarin.

Setelah masuknya masa tenang, menurut Fahrul berarti tidak ada lagi proses kampanye dilakukan.

Fahrul Rozi mengingatkan kepada seluruh masyarakat maupun tim untuk tidak lagi melakukan kampanye didalam masa tenang hingg 8 Desember.

Hal ini karena akan ada sanksi berat yang akan dikenakan jika hal tersebut dilakukan.

Baca juga: Jelang Akhri Tahun Harga Cabai Rawit di Jambi Merangkak Naik, Kini Mencapai Rp 39 Ribu Per Kilogram

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jambi Bertambah 19 Kasus, Total 2.355 Kasus, Meninggal Dunia Capai 41 Orang

Baca juga: JK Bongkar Hubungannya dengan Anies Baswedan, Ungkap Pilgub DKI Dukung Siapa: Maaf Kalau Ahok Menang

"Pasal 187 Ayat 1 Undang-Undang 10 Tahun 2016 menyatakan dengan jelas bahwa sanksi mereka yang melakukan kampanye pada masa tenang akan dipidana dengan kurungan penjara minimal 3 bulan," katanya, Minggu (6/12/2020).

la menyebutkan, hal ini juga termasuk perlakuan di media sosial. Meskipun lewat akun pribadi, tetap tidak diperbolehkan melakukan kampanye. Karena memang sanksi pidana sangat jelas menjerat mereka yang melakukan ini.

"Jika ada masyarakat yang mengetahui hal itu agar dapat melaporkan kepada kami dugaan pelanggaran yang dilakukan tersebut," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved