Kisah Anggota Kopassus

Kisah Anggota Kopassus, Maju Sendirian Menerjang 300 Orang Milisi Fretilin

Saat itu tanggal 9 Januari 1983, satu unit gabungan tentara Nanggala-LII yang berisikan para prajurit Kopassus pimpinan Letnan Poniman Dasuki melakuka

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ist
anggota Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebagai pasukan khusus yang terlatih, Korps Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi andalan Indonesia dalam setiap pertempuran di Tanah Air.

Hampir semua operasi militer di Indonesia selalu melibatkan Kopassus.

Untuk itu tidak semua prajurit TNI AD mampu masuk ke kesatuan khusus ini.

Banyak kisah-kisah para anggota Kopassus yang rela mengorbankan nyawa di medan perang demi kehormatan negara Indonesia dan Kesatuannya.

Baca juga: Kisah Anggota Kopassus, Prajurit Kopassus Ini Hidup Di Empat Zaman dan Disegani

Baca juga: Kisah Kopassus, Miliki Kemampuan Rahasia yang Tidak Dimiliki Pasukan Negara Lain

Baca juga: Sosok 3 Jenderal Kopassus Didikan Sintong Panjaitan yang Jadi Orang Pilihan, Ngeri Spesialisasinya

Salah satu kisah heroik prajurit Kopassus pernah terjadi di medan perang Timor Timur sekarang Timor Leste.

Saat itu tanggal 9 Januari 1983, satu unit gabungan tentara Nanggala-LII yang berisikan para prajurit Kopassus pimpinan Letnan Poniman Dasuki melakukan patroli di suatu wilayah Timor Timur.

Tepatnya wilayah itu adalah di KV 34-34/Komplek Liasidi yang merupakan daerah rawan musuh di pedalaman hutan bumi Lorosae.

Maklum saja tempat tersebut merupakan sarang Fretilin si 'Krebo Hutan', mereka adalah pemberontak yang kemerdekaan timor timur atas Indonesia.

Ketika unit kecil patroli pimpinan Letnan Poniman Dasuki memasuki area tersebut, mereka dicegat oleh sekitar 300 ratusan orang Fretilin disana.

Para Fretilin itu bersenjatakan lengkap dengan senapan serbu, mortar dan pelontar granat.

Terjadilah pertempuran sengit ketika dua lawan itu bertemu.

Tembak menembak seru terjadi antara 300 Fretilin melawan unit kecil Kopassus pimpinan Letnan Poniman.

Posisi para prajurit Kopassus sedang tidak beruntung.

Dibawah hujan deras tembakan musuh, mereka terjepit karena dibelakang jurang mengangga.

Bahkan satu persatu anggota Kopassus harus gugur diterjang timah panas Fretilin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved