Berita Merangin

LPKNI Sebut Tak Ada Harga Gas Subsidi di Merangin Sesuai HET, Sukarlan: Pengawasan Lemah

Ketua LPKNI Kabupaten Merangin Sukarlan menilai jika pemerintah Kabupaten Merangin terlalu cuek dalam mengurus gas di Merangin.

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/vira ramadhani
Ilustrasi. Gas 3 kg. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Ketua LPKNI Kabupaten Merangin Sukarlan menilai jika pemerintah Kabupaten Merangin terlalu cuek dalam mengurus gas di Merangin.

Menurut dia, permasalahan gas di Kabupaten Merangin telah lama terjadi, bahkan pemerintah sudah sangat sering melakukan rapat, namun kenyataan di lapangan permasalahan terus terjadi.

Dia menyebut jika rapat yang dilakukan oleh pemerintah tidak relevan dan hanya seremonial belaka.

Dikatakan Sukarlan, selama ini pengawasan gas di Kabupaten Merangin sangat lemah dan itu diduga ada oknum yang bermain di belakangnya.

Baca juga: Konselor Panti Rehabilitasi Sarolangun, Dua Hari ke Depan akan Uji Kompetensi

Baca juga: Sekolah di Bawah Kemenag Tanjabtim Juga Kekurangan Guru

Baca juga: Daftar harga HP Xiaomi Lengkap 5 November 2020 Lengkap Ram 4/64GB Tak Sampai Rp 2 Juta

"Rapat sudah sering dilakukan tapi permasalahan di lapangan tidak selesai juga," kata Sukarlan pesimis.

Jika pemerintah dan Pertamina serius menangani hal ini, pastinya persoalan ini sudah lama selesai, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada penyelesaian.

"Katanya harga gas di Pangkalan itu sesuai HET. Itu hoaks, rata-rata pangkalan di Merangin menjual gas di atas HET," imbuhnya.

Harga gas subsidi di Kabupaten Merangin mahal. Selain mahal, gas juga susah didapat alias langka.

Di beberapa desa di Kabupaten Merangin harga gas melambung tinggi mencapai Rp 50 ribu lebih, sementara HET nya hanya Rp 17 ribu per tabung.

Kelangkaan dan tingginya harga gas LPG 3Kg di Kabupaten Merangin disebabkan oleh adanya pangkalan nakal.

Mereka sengaja mejual gas tersebut kepada pengecer sehingga harga gas melambung tinggi.

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Merangin M Ladani menyebut, baru-baru ini pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Dalam pantauan tersebut ditemukan banyak pangkalan nakal.

“Kami temukan di pangkalan tidak ada gas, tapi kami temukan banyak gas di kios. Nah ini kalau tidak pangkalan bermain, tidak mungkin mereka dapat gas,” kata Ladani.

Pemerintah akan Terapkan Kartu Kendali, Ingin Hilangkan Pengecer

Menyikapi langkanya dan tingginya harga Gas LPG 3 Kg saat ini, Pemerintah Kabupaten Merangin memanggil perwakilan Pertamina Jambi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved