Berita Merangin
LPKNI Sebut Tak Ada Harga Gas Subsidi di Merangin Sesuai HET, Sukarlan: Pengawasan Lemah
Ketua LPKNI Kabupaten Merangin Sukarlan menilai jika pemerintah Kabupaten Merangin terlalu cuek dalam mengurus gas di Merangin.
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Terkait gas yang sering langka di pangkalan dan tak sampai sehari langsung ludes, Riza menyebut salah satu penyebabnya adalah masyarakat yang memborong, sehingga stok gas di pangkalan langsung habis.
"Masyarakat terlalu panik, jadi mereka ada yang ambil sampai tiga sekaligus. Dan ini termasuk pelanggaran," terang Riza.
Jika masyarakat tidak panik, dirinya bisa memastikan jika di pangkalan tersedia gas.
Selain itu, pangkalan nakal juga menjadi penyebabnya.
Terpisah, Ketua LPKNI Kabupaten Merangin Sukarlan menyebut jika rapat yang dilakukan oleh pemerintah tidak relevan dan hanya seremonial belaka.
Dikatakan Sukarlan, selama ini pengawasan gas di Kabupaten Merangin sangat lemah dan itu diduga ada oknum yang bermain di belakangnya.
"Rapat sudah sering dilakukan tapi permasalahan di lapangan tidak selesai juga," kata Sukarlan pesimis.
Jika pemerintah dan Pertamina serius menangani hal ini, pastinya persoalan ini sudah lama selesai, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada penyelesaian.
"Katanya harga gas di Pangkalan itu sesuai HET."
"Itu hoaks, rata-rata pangkalan di Merangin menjual gas di atas HET," imbuhnya.
(tribunjambi/muzakkir)
Baca juga: Kapan PS 5 Bisa Mulai Dibeli? Ini Perkiraan Harga Konsol Terbaru Sony di Indonesia, Capai 10 Jt?
Baca juga: Daftar harga HP Xiaomi Lengkap 5 November 2020 Lengkap Ram 4/64GB Tak Sampai Rp 2 Juta
Baca juga: Jadwal Lengkap MotoGP Eropa 2020, Marc Marquez Masih Belum Ikut Balapan, Rossi Semakin Terpuruk?