Imigran Asal Tunisia Ini Buat Gaduh Prancis hingga Umat Muslim Dunia Ribut, Kini Italia Jadi Sasaran
Kepolisian Nice pada Jumat (30/10/2020) memberikan keterangan bahwa tersangka pelaku penyerangan di gereja adalah seorang pria imigran asal Tunisia.
Imigran Asal Tunisia Ini Buat Gaduh Prancis hingga Umat Muslim Dunia Ribut, Kini Italia Jadi Sasaran
TRIBUNJAMBI.COM - Kepolisian Nice pada Jumat (30/10/2020) memberikan keterangan bahwa tersangka pelaku penyerangan di gereja adalah seorang pria imigran asal Tunisia.
Ia datang melalui pulau Lampedusa, dan Italia yang menjadi tujuan utama para imigran asal Afrika menuju Eropa.
Keterangan polisi setempat tersebut kemudian disambut oleh pemimpin partai Liga anti-migran, Matteo Salvini, yang memandu suara sayap kanan dan tengah menyerukan pengunduran diri Lamorgese.
Ia menuduh Lamorgese dan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menanggung "tanggung jawab moral" dari serangan di kota Nice, Perancis pada Kamis (29/10/2020).
"Tidak ada tanggung jawab di pihak kami," ujar Lamorgese pada Jumat (30/10/2020) seperti yang dilansir dari Al Jazeera.
Baca juga: Dihujat Habis-habisan, Presiden Prancis Emmanuel Macron Mendadak Berkelit Tak Bermaksud Hina Islam
"Waktu akan menghentikan polemik ini dan mendekatkan (Italia) dengan masyarakat Perancis dan negara Eropa lainnya, karena ini adalah serangan terhadap Eropa," imbuhnya.
Namun, Menteri Dalam Negeri Italia, Luciana Lamorgese menolak tuduhan yang mengatakan dia adalah peyebab datangnya tersangka pelaku penyerangan mematikan di gereja kota Nice, Perancis.
Tersangka pembunuhan di gereja kota Nice yang bernama Brahim Aouissaoui berusia 21 tahun, pada 20 September tiba di Eropa melalui Lampedusa, sebuah pulau Italia di tepi selatan Eropa yang telah lama menjadi titik masuk pertama bagi mereka yang menyeberangi Laut Mediterania dalam upaya mencapai Eropa.
Lebih dari 27.000 pengungsi dan migran mencapai Italia melalui laut berdasarkan data dari 1 Januari hingga 29 Oktober, yang menunjukkan jumlahnya meningkat.
Baca juga: Tiga Pemimpin Dunia Ini Ramai-ramai Dukung Presiden Macron, Prancis Mencekam Umat Muslim Dunia Gaduh
Dibandingkan pada periode yang sama pada 2019, pengungsi dan migran itu jumlahnya di batas 9.533, menurut data kementerian dalam negeri.
Lebih dari 11.000 pengungsi dan migran baru tiba dari Tunisia.

Perjalanan tersangka
Menyusul kedatangannya ke Lampedusa di tengah pandemi virus corona, Brahim Aouissaoui diisolasi dengan sekitar 800 orang lainnya di kapal karantina Rhapsody, dan kemudian dipindahkan ke kota daratan utama Bari.
Larmorgese mengatakan Aouissaoui sebelumnya tidak pernah ditandai sebagai potensi ancaman oleh otoritas Tunisia atau badan intelijen.