Imigran Asal Tunisia Ini Buat Gaduh Prancis hingga Umat Muslim Dunia Ribut, Kini Italia Jadi Sasaran
Kepolisian Nice pada Jumat (30/10/2020) memberikan keterangan bahwa tersangka pelaku penyerangan di gereja adalah seorang pria imigran asal Tunisia.
Kenapa Eropa Lebih Terbuka Menerima Imigran Atau Pengungsi Daripada Negara-negara di Timur Tengah?
Mengacu pada data komisi pengungsi PBB, UNHCR, sekitar empat juta warga Suriah mengungsi ke lebih dari 100 negara di seluruh penjuru dunia.
"Negara-negara di Arab itu jumlah penduduknya hanya sedikit. Mereka tidak siap menampung jumlah pengungsi hingga jutaan. Itu banyak, lho," tutur Zuhairi, seorang pengamat Timur Tengah dari The Middle East Insitute, Zuhairi Misraw, yang dikutip dari CNN.
Ketidaksiapan negara-negara Arab ini, menurut Zuhairi, memiliki sejarah panjang.
"Sejak dulu, negara Arab memang tidak punya budaya menerima pengungsi. Dalam sejarah, mereka hanya pernah menerima pengungsi dari Palestina yang sampai jutaan," kata Zuhairi.
Data UNHCR juga menunjukkan bahwa pada 1991, ketika warga Kuwait lari dari konflik dengan Irak di bawah Saddam Hussein, Arab Saudi hanya menampung ratusan ribu pengungsi.
Terkait dengan tingginya arus imigran saat ini ke benua Eropa, Zuhairi mengatakan ada alasan lain di balik itu.
"Perlakuan orang Eropa dan Amerika terhadap para pengungsi memang lebih baik dan menarik. Para pengungsi juga lebih memilih untuk ke Eropa daripada Timur Tengah," kata Zuhairi.
Baca juga: Mendadak MUI Minta Umat Islam Boikot Semua Produk Prancis, Ternyata Ada Masalah Besar Dibaliknya
UNHCR menunjukkan sedikitnya 366 ribu imigran sudah menyeberangi laut mediterania ke Eropa. Mayoritas menuju Eropa Barat, seperti Jerman, negara penampung pengungsi terbanyak. Pada akhir pekan lalu saja, Jerman menerima 18 ribu pengungsi.
Dilaporkan, Jerman dan Italia, memiliki daya tarik sangat kuat bagi para pengungsi karena tiga pilar penting, yaitu demokrasi kuat, sejarah panjang penerimaan imigran, dan stabilitas ekonomi.
Bahkan, baru-baru ini pemerintah Jerman memutuskan untuk menggelontorkan anggaran tambahan sebesar 3 miliar euro untuk negara bagian dan kota-kota dalam mengatasi pengungsi.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengeluarkan tiga miliar euro lagi untuk tunjangan kesejahteraan pengungsi.
Jerman diprediksi bakal menerima 800 ribu aplikasi permintaan suaka dari para pengungsi.
Tak hanya pemerintah, warga Jerman, Italia dan negera Eropa lainnya juga menyambut para pengungsi dengan tangan terbuka.
Menurut sebuah penelitian yang digagas perusahaan penyiaran ARD, 88 persen warga Jerman mau menyumbangkan pakaian atau uang bagi pengungsi, sementara 67 persen lainnya bahkan ingin turun tangan langsung membantu secara sukarela. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Gara-gara Kelakuan Imigran Asal Tunisia di Perancis, Pemerintah Italia Malah Menjadi Sasaran Kritik.