Breaking News:

Dihujat Habis-habisan, Presiden Prancis Emmanuel Macron Mendadak Berkelit Tak Bermaksud Hina Islam

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron benar-benar membuat gaduh umat Islam di dunia

Editor: Teguh Suprayitno
AFP/Ludovic MARIN/POOL
Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020). 

Dihujat Habis-habisan, Presiden Prancis Emmanuel Macron Mendadak Berkelit Tak Bermaksud Hina Islam

TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron benar-benar membuat gaduh umat Islam di dunia

Bahkan kecaman dunia internasional terhadap Macron terus bermunculan, termasuk di Indonesia.

Para pemimpin pemerintahan di sejumlah negara mengecam pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi dan agama tertentu.

Bahkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Macron sakit mental dan meminta untuk memeriksakan kejiwaannya.

Unjuk rasa pun meluas, tak hanya terjadi di negara mayoritas berpenduduk Islam, tetapi juga di negara komunis dan mayoritas berpenduduk Hindu.

Setelah dikecam dunia internasional, Presiden Emmanuel Macron mulai berkelit.

Warga Palestina membakar bendera Perancis selama protes terhadap publikasi kartun Nabi Muhammad SAW di Perancis dan komentar oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, di Ramallah, pada 30 Oktober 2020.
Warga Palestina membakar bendera Perancis selama protes terhadap publikasi kartun Nabi Muhammad SAW di Perancis dan komentar oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, di Ramallah, pada 30 Oktober 2020. (ABBAS MOMANI / AFP)

Berita terkini Warta Kota yang didapat dari cuitan Macron menyebutkan, kali ini dia mengatakan tak bermaksud menghina agama Islam dan para pemeluknya.

Dia hanya mengecam teroris yang telah menewarkan 300 warga Perancis.

Baca juga: Tiga Pemimpin Dunia Ini Ramai-ramai Dukung Presiden Macron, Prancis Mencekam Umat Muslim Dunia Gaduh

Bahkan Presiden Perancis Emmanuel Macron sampai menulis status khusus untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya yang dinilai disalahartikan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved