UU Cipta Kerja

Begini Reaksi Mahfud MD Saat Publik Bandingkan Jokowi dengan SBY Soal Hadapi Demonstrasi

Polisi menangkap sejumlah tokoh elite KAMI yang dianggap sebagai provokator dalam sejumlah aksi yang berakhir ricuh.

Editor: Rahimin
Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah setelah DPR mengesahkan UU Cipta Kerja.

Unjuk rasa tersebut terjadi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan banyak yang berakhir ricuh, bentrok antara demonstran dan aparat keamanan.

Polisi menangkap sejumlah tokoh elite KAMI yang dianggap sebagai provokator dalam sejumlah aksi yang berakhir ricuh.

Penangkapan tersebut menuai respons beragam dari publik. Ada yang mendukung tapi juga banyak yang mengecam.

Sejumlah pihak pun lalu membandingkan pemerintahan Jokowi dan SBY dalam menghadapi protes masyarakat.

Baca juga: Polri Klaim Punya Bukti Kuat Unggahan Aktivis KAMI Yang Buat Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja Rusuh

Baca juga: Sinopsis The Last Witch Hunter, Sang Pemburu Penyihir Terakhir Berhadapan dengan Dua Pilihan

Baca juga: Ardi Bakrie Ancam Pulang Tanpa Istri Jika Honor Syuting Tak Diberikan, Nia:Gak Usah Begitu Juga Kali

Respons Mahfud MD

Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi santai terkait penilaian pemerintahan presiden Jokowi yang dibandingkan dengan pemerintahan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan Mahfud MD di acara Rosi yang tayang pada Kamis (15/10/2020).

Mulanya Rosi selaku host melempar pernyataan bahwa ada kritikan pemerintah Jokowi lebih mundur dari pemerintah SBY soal menanggapi suara suara kritis.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh.
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Mendengar itu, Mahfud MD tertawa dan memberi jawaban santai.

Menurut Mahfud MD hal seperti itu biasa terjadi. Bahkan jika nanti Jokowi berhenti menjadi presiden, pasti akan banyak yang mengatakan lebih enak di zaman Pak Jokowi.

"Ya tidak apa-apa juga, penilaian itu terjadi karena Pak SBY sudah berhenti, dulu sebelum berhenti nggak ada yang bilang begitu," ujar Mahfud MD.

Baca juga: Mantan Pimpinan KPK Menilai Kinerja KPK Pimpinan Firli Menurun, Terutama Masalah Ini

Baca juga: Sinopsis Resident Evil: Retribution, Menyelamatkan Manusia dari Penyebaran Virus T

Baca juga: Soal UU Cipta Kerja, Tenaga Ahli Utama KSP Sebut, Publik Lebih Percaya Yang Beredar di Media Sosial

 Mahfud MD mengatakan jika nanti presiden Jokowi sudah berhenti, pasti akan tetap dibandingkan dengan presiden setelahnya.

"Nanti kalau Pak Jokowi berhenti pasti juga bilang wah sesudah Pak Jokowi kok malah lebih mundur lagi, kok lebih mundur sekarang, memang pemerintah selalu disalahkan, kan biasa kan begitu," ujar Mahfud MD.

Mahfud MD menilai seluruh presiden Indonesia juga kerap dibanding-bandingkan.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada 5 Oktober 2020.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada 5 Oktober 2020. (Tribunnews/Jeprima)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved