Polri Klaim Punya Bukti Kuat Unggahan Aktivis KAMI Yang Buat Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja Rusuh

Polri mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan unggahan tiga anggota KAMI telah membuat aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh.

Editor: Rahimin
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono 

TRIBUNJAMBI.COM - Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) ditangkap polri, terkait demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Polri mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan unggahan tiga anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) telah membuat aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh.

Ketiga anggota KAMI tersebut yakni, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.

"Kalau penyidik sudah menahan seseorang, menersangkakan seseorang, itu sudah tidak ada keragu-raguan lagi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Sinopsis The Last Witch Hunter, Sang Pemburu Penyihir Terakhir Berhadapan dengan Dua Pilihan

Baca juga: Ardi Bakrie Ancam Pulang Tanpa Istri Jika Honor Syuting Tak Diberikan, Nia:Gak Usah Begitu Juga Kali

Baca juga: Mantan Pimpinan KPK Menilai Kinerja KPK Pimpinan Firli Menurun, Terutama Masalah Ini

Menurutnya, diperlukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kemudian, Awi menuturkan, butuh minimal dua alat bukti yang cukup untuk membawa sebuah kasus ke tahap persidangan. Pembuktian itu yang kemudian menjadi tugas penyidik.

"Tugasnya penyidik untuk membuat konstruksi hukum. Sehingga, apa yang dikatakan yang bersangkutan di medsos, kemudian ditarik benang merah sampai di lapangan, implementasinya bagaimana, itu kan tugasnya penyidik untuk membuktikan itu," ucap dia.

Unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020).
Unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). (Tribunnews.com/Danang)

Salah satu bukti yang dikantongi penyidik berupa keterangan saksi. Selain itu, Awi menyebutkan, penyidik sudah meminta keterangan ahli bahasa, ahli ITE, serta ahli hukum pidana.

Terkait kasus ini, polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Sebanyak 4 orang tersangka terkait demonstrasi di Medan, Sumatera Utara dan 5 orang yang ditangkap di Jabodetabek.

Tersangka yang diduga terkait demo di Medan yakni KA, JG, NZ, WRP. Keempatnya ditangkap di Medan dalam kurun waktu 9-12 Oktober 2020. KA atau Khairi Amri merupakan Ketua KAMI Medan.

Baca juga: Sinopsis Resident Evil: Retribution, Menyelamatkan Manusia dari Penyebaran Virus T

Baca juga: Soal UU Cipta Kerja, Tenaga Ahli Utama KSP Sebut, Publik Lebih Percaya Yang Beredar di Media Sosial

Baca juga: TERUNGKAP Ini Pesan Cai Changpan Pada Satpam Pabrik di Bogor, Sebulan Polisi Dibuat Kerepotan

Unggahan para tersangka dalam grup aplikasi WhatsApp “ KAMI Medan” diduga mengandung ujaran kebencian atau hasutan hingga menyebabkan aksi berujung anarkistis.

Selain itu, lima tersangka yang ditangkap di Jabodetabek diduga melakukan tindak pidana yang sama, yakni menyebarkan konten berisi ujaran kebencian berdasarkan SARA maupun hoaks hingga aksi berakhir ricuh.

Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi berakhir ricuh.
Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi berakhir ricuh. ((KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO))

"Berkaitan dengan penyebaran dengan pola hoaks, mengakibatkan anarkis dan vandalisme, sehingga membuat petugas luka, barang-barang dinas rusak, gedung, dan fasilitas umum,” tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

“Semuanya membuat kepentingan umum terganggu,” kata Argo.

Kelima tersangka terdiri dari, KA, DW, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. Ketiga nama terakhir merupakan petinggi KAMI. Adapun Anton ditangkap di daerah Rawamangun pada 12 Oktober 2020.

Baca juga: Pelajar SMK di Lombok Nikahi Dua Wanita Dalam Waktu Satu Bulan, Ibu Langsung Pingsan

Baca juga: Pollycarpus, Eks Terpidana Kasus Munir Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Fakta-Fakta Richard Muljadi, Cucu Konglomerat Yang Viral Karena Joging Dikawal Mobil Patwal Polisi

Pada 13 Oktober 2020, polisi menangkap Syahganda di Depok dan Jumhur di Jakarta Selatan. Tersangka KA ditangkap di Tangerang Selatan pada 10 Oktober 2020. Sementara itu, polisi tak merinci kapan DW ditangkap.

Saat ini, semua tersangka ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. Polisi menegaskan tidak akan menangguhkan penahanan para tersangka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Klaim Miliki Bukti soal Keterkaitan Unggahan Anggota KAMI dengan Aksi yang Berujung Ricuh",

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved