Breaking News:

Mantan Pimpinan KPK Menilai Kinerja KPK Pimpinan Firli Menurun, Terutama Masalah Ini

Kinerja pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diketuai Firli Bahuri dinilai menurun dibandingkan dengan pimpinan KPK periode-periode sebelumnya.

(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Inspektur Jenderal Kementerian Agama M Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/8/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kinerja pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diketuai Firli Bahuri dinilai menurun dibandingkan dengan pimpinan KPK periode-periode sebelumnya.

Hal itu dikatakan Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Mochamad Jasin.

"Tidak seperti periode I sampai dengan IV, periode V ini merupakan suatu turning down dari usaha maksimal dari lembaga KPK ini dalam menangani aksus korupsi baik di bidang pencegahan maupun bidang penindakan," kata Jasin dalam acara diskusi bertajuk “Refleksi Satu Tahun Pengundangan UU KPK Baru: Menakar Putusan Akhir Uji Materi UU KPK", Sabtu (17/10/2020).

Jasin mengatakan, melempemnya kinerja penindakan KPK dapat dilihat dari kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK tidak lagi menyasar aktor-aktor kelas kakap.

Baca juga: Sinopsis Resident Evil: Retribution, Menyelamatkan Manusia dari Penyebaran Virus T

Baca juga: Soal UU Cipta Kerja, Tenaga Ahli Utama KSP Sebut, Publik Lebih Percaya Yang Beredar di Media Sosial

Baca juga: TERUNGKAP Ini Pesan Cai Changpan Pada Satpam Pabrik di Bogor, Sebulan Polisi Dibuat Kerepotan

"Orang-orang yang ditangani tahu pelanggar pidana yang ditangani ini skalanya skala kecil, di bawah, paling tinggi adalah tingkat bupati dan wali kota. tidak seperti periode I sampai dengan IV," ujar Jasin.

Kinerja di sektor pencegahan juga dinilai tidak memuaskan. Sebab, menurut Jasin, belum ada perbaikan sistem secara menyeluruh demi mencegah terjadinya korupsi, khusunya di sektor perizinan.

Reformasi birokrasi, kata Jasin, baru dilakukan oleh beberapa instansi saja di tingkat pemerintah pusat.

Menurut Jasin, tidak efektifnya pencegahan yang dilakukan KPK itu turut dipengatuhi oleh kinerja penindakan KPK yang tidak menggigit.

Lima pimpinam KPK periode 2019-2023 berfoto bersama dalam acara sertijab pimpinan KPK, Jumat (20/12/2019).
Lima pimpinam KPK periode 2019-2023 berfoto bersama dalam acara sertijab pimpinan KPK, Jumat (20/12/2019). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

"Dulu agak bisa berjalan di pembenahan sistem di saat KPK melakukan kajian sistem karena penindakannya cukup tegas, jadi khawatir instansi itu apabila tidak melaksanakan rekomendasi saran-saran KPK untuk melakukan perubahan sistem," ujar Jasin.

Jasin berpendapat, revisi UU KPK juga turut andil dalam pelemahan KPK karena UU KPK yang baru menempatkan KPK di bawha rumpun eksekutif sehingga lembaga antirasuah itu tidak lagi berstatus independen.

Halaman
12
Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved