Breaking News:

Untung Kenang Kematian Ahmad Yani Oleh Pasukan Cakrabirawa: 'Setelah Ditembak Ayah Dilempak ke Truk'

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani adalah saksi sejarah kelam negara Indonesia yakni Gerakan 30 September. Museum itu terletak di Jalan Lembang,

kolase/wikipedia/TRIBUNNEWS.COM / Fransiskus Adhiyuda
Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A Yani (kiri) 

Tidak selang beberapa lama, lima anggota Tjakrabirawa masuk dan menanyakan keberadaan Jenderal Ahmad Yani.

Pasukan Tjakrabirawa mengatakan bahwa Jenderal Ahmad Yani dipanggil presiden.

Irawan Yani pun membangunkan ayahnya yang saat itu masih tertidur pulas.

Tak lama setelah itu pun Jenderal Ahmad Yani menemui anggota Tjakrabirawa di belakang paviliun.

"Waktu itu dengan sangat kasar anggota Tjakrabirawa berkata kepada Jenderal Ahmad Yani bahwa dirinya dipanggil Presiden saat itu juga," ujar Untung Yani.

Saat itu pula sempat terjadi pertengkaran antara Jenderal Ahmad Yani dengan anggota Tjakrabirawa yang berujung pada Jenderal Ahmad Yani memukul salah satu anggota Tjakrabirawa.

Tak lama setelah pertengkaran itu, Jenderal Ahmad Yani masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu kaca.

Setelah masuk lalu terdengar rentetan suara tembakan dan Jenderal Ahmad Yani pun terjatuh dengan banyaknya selongsong peluru di tubuhnya.

"Setelah ayah terjatuh dengan banyaknya tembakan, ia pun diseret melalui pintu belakang dan setelah itu dilempar ke dalam truk. Kami pun sempat mengikuti bapak namun seorang anggota Tjakrabirawa membentak kami sehingga kami hanya bisa menangis," tambah Untung Yani.

Sekitar pukul 04.30 Istri Ahmad Yani kembali pulang dan melihat banyaknya darah di lantai dan di baju yang dipakai Jenderal Ahmad Yani.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved