Breaking News:

Untung Kenang Kematian Ahmad Yani Oleh Pasukan Cakrabirawa: 'Setelah Ditembak Ayah Dilempak ke Truk'

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani adalah saksi sejarah kelam negara Indonesia yakni Gerakan 30 September. Museum itu terletak di Jalan Lembang,

kolase/wikipedia/TRIBUNNEWS.COM / Fransiskus Adhiyuda
Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A Yani (kiri) 

Pada bagian tengah atau ruang keluarga, terdapat lokasi dimana Jenderal Ahmad Yani tumbang yang ditandai dengan plakat warna kuning dan bertuliskan "DI SINILAH GUGURNJA PAHLAWAN REVOLUSI DJENDERAL TNI A YANI PADA TANGGAL 1 OKTOBER 1965 DJAM 04.35".

Tidak jauh dari ruang tersebut terdapat replika pintu kaca yang pecah akibat peluru dari pasukan Tjakrabirawa pada malam kelam itu.

Di balik pintu itu merupakan lorong dimana Jenderal Ahmad Yani diseret untuk dibawa ke Lubang Buaya.

Untung Mufreni Ahmad Yani menjelaskan pascaterjadinya tragedi G30S/PKI, pihak keluarga menyerahkan rumah beserta isinya kepada negara.

Baca: Jenderal Ahmad Yani di Mata Anaknya, Sosok Ayah yang Tegas

Pada 1966 tempat tersebut akhirnya diresmikan menjadi museum untuk mengenang sosok Jenderal Ahmad Yani.

Untung Mufreni Ahmad Yani menceritakan peristiwa berdarah itu secara detail detik-detik berdarah terbunuhnya ayahnya hingga ayahnya dibawa ke kawasan Lubang Buaya.

Saat kejadian, istri dari Jenderal Ahmad Yani yang tak lain merupakan ibu dari Untung Yani ini sedang tidak berada di rumah.

Sedangkan Untung Yani bersama saudaranya yang lain dan ayahnya pun sedang lelap tertidur.

Pada pukul 04.00 WIB adik dari Untung Yani yaitu Irawan Sura Eddy Yani terbangun untuk mencari ibunya, tetapi ia malah melihat banyak pasukan Tjakrabirawa di kediamannya.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved