Pilkada di Jambi
Pemilih Pemula Perlu Tahu Dampak Golput, Ini Kata Pengamat
Bahren menuturkan, pentingnya peran KPU dan pihak terkait, untuk mensosialisasikan dampak jika masyarakat tidak menggunakan hak suaranya.
Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Golongan putih (golput), masih menjadi hal yang bisa saja terjadi di setiap Pemilu, seperti tahun-tahun sebelumnya. Khususnya untuk pemilih pemula.
Pengamat Politik Jambi, Bahren Nurdin tak membantah bahwa ancaman golput masih dapat saja terjadi, pada Pilkada serentak tahun ini.
Bahren menuturkan, pentingnya peran KPU dan pihak terkait, untuk mensosialisasikan dampak jika masyarakat tidak menggunakan hak suaranya.
"Ketika pemilih pemula terabaikan, maka itu menunjukkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Ini harus menjadi PR besama, terutama KPU dan parpol untuk melakukan voter education," kata Bahren, kepada Tribunjambi.com, Sabtu (26/9/2020).
• Ini Nama Tiga Besar Seleksi Sekda Kota Sungai Penuh
• Parfum Kayu Manis Asal Kerinci, Aroma Terapi yang Meringankan Stres
• VIDEO Kayu Menumpuk di Pangakalan Ojek Ketek di Sungai Batanghari Kawasan Kecamatan Pelayangan
Menurutnya, pendidikan politik itu harus dilakukan secara terus menerus, atau berkesinambungan agar demokrasi semakin baik.
Terlebih, pemilu adalah untuk menentukan siapa pemimpin yang pantas membangun Jambi kedepan.
"Golput bukan pilihan tepat bagi siapa saja. Pilkada adalah wadah untuk menentukan pemimpin negeri Jambi ini," ungkapnya.
"Pemilih yang cerdas lah yang akan melahirkan pemimpin berkualitas," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bahren-nurdin-pengamat-politik-di-jambi.jpg)