Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Al Haris: Program MBG Gerakkan Ekonomi, Rp7,2 Miliar Berputar Setiap Hari

Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan 205 SPPG yang telah beroperasi.

Tayang:
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/Syrillus Krisdianto
MBG-Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan 205 SPPG yang telah beroperasi.Hal tersebut disampaikan Gubernur Jambi Al Haris saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG di BW Luxury Hotel, Sabtu (2/5/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jambi saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG bersama Wakil Kepala BGN Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, jajaran BGN pusat, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman, kepala satgas MBG kabupaten/kota, serta para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra, dan relawan di BW Luxury Hotel, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, tercatat 205 SPPG telah hadir, terdiri atas 173 unit operasional dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.

“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang kurang gizi. Namun, manfaatnya sangat luas, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Al Haris.

Menurutnya, kehadiran MBG telah menciptakan pasar yang jelas bagi petani, peternak, serta pelaku usaha lokal. Produk pertanian dan peternakan kini lebih banyak terserap di dalam daerah.

“Dulu banyak yang menjual ke luar daerah, sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini tentu sangat membantu perekonomian daerah,” tambahnya.

Al Haris juga menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan, khususnya beras. Saat ini, Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara komoditas telur ayam telah mampu mencukupi kebutuhan lokal.

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa di Provinsi Jambi terdapat 446 ribu penerima manfaat MBG dengan melibatkan 545 pemasok dalam rantai pasok.

Setiap hari, anggaran sebesar Rp7,2 miliar berputar di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Dana tersebut terserap untuk Rp963,5 juta bagi honor 9.635 tenaga kerja/relawan, Rp881,5 juta untuk operasional (air minum, gas, BBM, alat pelindung diri/APD, dan perlengkapan pendukung), serta Rp4,1 miliar untuk belanja bahan pangan lokal seperti beras, daging ayam, telur, buah, dan sayur.

“Uang tersebut sepenuhnya mengalir di tingkat bawah karena SPPG berada di desa-desa. Dana ini masuk ke petani, peternak, pedagang beras, penjual ayam, telur, buah, dan sayur. Ini yang menggerakkan ekonomi rakyat,” jelas Sony.

Ia menegaskan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan rantai pasok, termasuk praktik rekayasa koperasi atau pengadaan yang tidak sesuai ketentuan. Satgas MBG kabupaten/kota diminta memastikan SPPG benar-benar menyerap produk lokal.

Sony mengingatkan bahwa sasaran utama program MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan, sebelum menjangkau peserta didik secara luas.

“Kita tidak boleh terbalik. Prioritas tetap kelompok rentan,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas layanan, mulai pekan depan BGN akan menerapkan sistem evaluasi berbasis aplikasi. Penerima manfaat dapat memberikan penilaian terkait ketepatan waktu distribusi, aroma dan rasa makanan, variasi menu, hingga kesesuaian standar operasional prosedur (SOP).

Langkah ini dilakukan guna mencegah kejadian menonjol akibat pelanggaran SOP serta memastikan pelaksanaan MBG tetap sesuai standar.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved