Warga Desa Muarojambi Resah Akibat Polusi Udara dari Debu Batu Bara
Polusi udara akibat aktivitas di stockpile batu bara, kembali terjadi pada musim kemarau Agustus ini, di Desa Muarajambi, Kabupaten Muarojambi.
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Polusi udara akibat aktivitas di stockpile batu bara, kembali terjadi pada musim kemarau Agustus ini, di Desa Muarajambi, Kabupaten Muarojambi.
Ada 13 perusahaan stockpile batu bara yang beroperasi di seberang Desa Muarajambi. Perusahaan yang melakukan bongkar muat batu bara dari truk ke tongkang.
Aktivitas itu menyebabkan debu batu bara bertebaran di udara, sehingga terjadi pencemaran udara. Debu batu bara tersebut turun hingga ke perkampungan.
• Ifwan Adinata Sulap Tumbuhan Liar Jadi Ladang Uang, Hanya Dengan Modal Rp 200.000
• Lahan Eks Angso Duo Sampai Kini Masih Terbengkalai, Sekda Sudirman: Butuh Waktu dan Proses Panjang
• Satu Keluarga Positif Virus Corona di Bungo Dijemput Petugas Berpakaian APD Lengkap
Kepala Desa Muarajambi, Abu Zar saat ditemui di balai desa, menyebutkan, pada Selasa (25/8/2020) pukul 22.00 WIB, warga protes kepada pihak perusahaan, meminta aktivitasnya dihentikan.
”Beberapa hari belakangan ini, ada warga mengadu ke saya akibat debu batu bara. Kejadian ini membuat warga jadi tergerak untuk mendatangi perusahaan yang lagi beroperasi,” katanya kepada Tribunjambi.com, Kamis (27/8/2020) pagi.

Abu Zar sudah mengirimkan surat kepada perusahaan untuk tidak beroperasi pada pagi sampai sore. Tetapi, surat yang disampaikan, tidak ditanggapi.
“Ada sembilan RT di Desa Muarojambi. RT 02, RT 03, dan RT 04 yang mendapatkan efek dari debu batu bara yang dihasilkan perusahaan. Apalagi sekarang musim kemarau,” tururnya.
• Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram 1442 H/28-29 Agustus 2020, Lengkap Arab dan Latin
• Daftar Lengkap 62 Calon Kepala Daerah Rekomendasi PDIP yang Dibacakan Puan Maharani Pagi Ini
• BREAKING NEWS Novel Baswedan Positif Covid-19, Begini Kondisinya
Abu Zar mengharapkan perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi untuk mencari solusi bagi warga desa.
“Jadi harapan saya, karena Desa Muarajambi adalah desa wisata, seharusnya perusahaan dan pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi warganya. Kalau bisa, dampak yang mengancam kesehatan warga desa tidak ada lagi," pungkasnya.
Tribun masih berusaha mengkonfirmasi pihak perusahaan terkait dampak aktivitas di stockpile tersebut. (TribunJambi/Musa)