Ifwan Adinata Sulap Tumbuhan Liar Jadi Ladang Uang, Hanya Dengan Modal Rp 200.000
Ifwan Adinata memanfaatkan tumbuhan liar jsnis talas menjadi keripik. Ia memakai brand keripik kladiks.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ifwan Adinata memanfaatkan tumbuhan liar jenis talas menjadi keripik. Ia memakai brand keripik kladiks.
Ide bisnis ini berawal dari pengalaman Ifwan saat kuliah. Kala itu ia suka nongkrong bersama teman-temannya. Pada desember 2017 terfikir untuk membuka usaha.
“Ternyata di Kabupaten Kerinci banyak sekali talas, dan bisa dibilang kurang berharga karena talas tumbuh liar,” jelas Ifwan Adinata, Kamis (27/8/2020) lewat sambungan telepon.
• Lahan Eks Angso Duo Sampai Kini Masih Terbengkalai, Sekda Sudirman: Butuh Waktu dan Proses Panjang
• Satu Keluarga Positif Virus Corona di Bungo Dijemput Petugas Berpakaian APD Lengkap
• PDIP Usung Petahana di Pilkada Bungo, Puan: Bungo, Mashuri dengan H Safruddin Dwi Apriyanto, Merdeka
Untuk memulai usaha itu, Ifwan menyebut modal awalnya hanya Rp 200 ribu untuk membeli talas. Ia lalu mengolahnya menjadi cemilan yang nikmat.
Ifwan mengatakan, harga satu bungkus keripik kladiks yaitu Rp 10 ribu.
Awalnya pasar keripik ini hanya teman-teman kampus. Saat ini pasarnya meluas, ia mendapatkan reseller, dan sudah dijual di mini market serta mal.
“Market makin meluas. Keripik kladiks dijual sampai ke luar kota, yaitu Kota Surabaya, Malang, Jakarta, dan Magelang,” sambungnya.
Seiring permintaan yang semakin banyak, ia mempekerjakan ibu-ibu di Kerinci untuk produksi keripik. Untuk pengemasan dilakukan di Kota Jambi oleh sejumlah mahasiswa.
• Belum Juga Lahir, Instagram Anak Pertama Citra Kirana dan Rezky Aditya Sudah Banyak Pengikut
• Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram 1442 H/28-29 Agustus 2020, Lengkap Arab dan Latin
• Kartu Pra Kerja Gelombang 6 Dibuka, LOGIN www.prakerja.go.id, Ini Panduan Daftar dan Buat Akun
Produksi keripik kladiks sebelum covid-19 untuk satu bulan dari 3.000-5.000 bungkus. Sekarang permintaan menurun, produksi hanya 800-1..000 bungkus per-bulan.
Usaha Ifwan berkembang, bukan hanya usaha keripik kladiks tetapi juga lapis kladik, snack ubuy, tempe nino, jasa begawe. (TribunJambi/vira)