Sepasang Kekasih Tega Membuang Bayi, Karena Malu dari Hasil Berzina dan Hubungan Gelap
Polsek Gunungpati Semarang berhasil menangkap pasangan yang buang bayi hasil hubungan gelap mereka.Keduanya adalah Andik Susanto (25) dan Ika Isriani
TRIBUNJAMBI.COM, GUNUNGPATI - Merasa malu karene memiliki anak dari hasil diluar pernikahan.
Sepasang kekasih tega membuang bayi yang baru saja dilahirkan.
Namun, Polsek Gunungpati Semarang berhasil menangkap pasangan yang buang bayi hasil hubungan gelap mereka.
Keduanya adalah Andik Susanto (25) dan Ika Isriani.
Pasangan itu membuang bayi mereka di Jalan Mr. Kusbiyono Kelurahan Patemon RT 1 RW 5 Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Sabtu (4/7) lalu.
• Malangnya Nasib Rency Milano Kakak Elma Theana Jadi Korban Klinik Kecantikan, Dokter Curigai Ini!
• Selain Anak & Menantu Jokowi, Putri Maruf Amin-Keponakan Prabowo Juga Maju di Pilkada Serentak 2020
Namun, ia terus dipaksa Andik.
Bahkan, Andik mengancam hendak membunuh bayi tersebut jika tak mau membuangnnya.
Sebelum dibuang, pasangan itu sempat merawat anaknya selama tiga minggu.
Ancaman Andik untuk membunuh bayinya ternyata tak hanya isapan jempol.
Andik sempat membekap anaknya. Tak ayal, Iak pun takut.
• Jelang Idul Adha 2020, Update Harga Hewan Kurban - Kambing Mulai Rp 1,5 Juta, Sapi Rp 11 Juta
Ia lalu menuruti permintaan Andik untuk membuang bayi hasil hubungan gelap mereka.
"Saya sebenarnya tidak rela.
Namun di pikiran saya waktu itu, dibanding anakku mati dibunuh bapaknya lebih baik ia diadopsi orang lain," kata Ika di Mapolsek Gunungpati, Rabu (22/7) kemarin.
Ika mengaku, sempat mengajak Andik untuk kembali ke lokasi tempat mereka membuang bayi.
Namun permintaan itu ditolak Andik. Setelah itu, Ika memutuskan hubungan dengan Andik.
Ia memilih kembali ke rumah orangtuanya di Kendal.
"Saya menyesal dan tiap malam menangis ingat anak saya," ucap Ika.
• Perusahaan Wajib Beri Kompensasi, Lahan Pertanian Terdampak Stockpile Batu Bara
Di tempat yang sama, Andik mengakui perbuatannya.
Tak hanya mengancam hendak membunuh anaknya, Andik juga kerap mengamuk.
Ia kerap memukul tembok dan membanting piring.
Tujuannya untuk menakut-nakuti Ika agar mau membuang bayinya.
• Hari Anak Nasional, Ternyata ini Mata Pelajaran dan Permainan Favorit Jokowi

Andik mengatakan, alasannya membuang bayinya itu lantaran malu punya anak sebelum menikah.
Namun demikian, kata Andi, sejak awal hamil, Ika sudah mengajaknya menikah.
Hanya saja, ia menolak ajakan Ika yang sudah dipacarinya selama dua tahun itu dengan alasan masih menganggur.
"Kami sudah dua tahun menjalin hubungan, Ika sering ajak menikah namun saya belum siap karena masih menganggur," ujarnya.
• Hari Anak Nasional, Ternyata ini Mata Pelajaran dan Permainan Favorit Jokowi
Sedangkan Kapolsek Gunungpati, Kompol R Arsadi K Safrianto mengatakan, Ika dan Andik ditangkap di rumah masing-masing.
Ika merupakan warga Kertosari, Singorojo, Kendal.
Sedangkan Andik tercatat sebagai warga Tambakaji, Ngaliyan, Semarang.
Kapolsek menambahkan, bayi anak Ika dan Andik kini berada di Panti Pelayanan Sosial Kota Semarang.
Bayi itu dinami Alfario Aditya Susanto. Alfario punya tanda lahir mencolok di tangan kanannya.
Saat ini, kata Kapolsek, Alfario dalam kondisi sehat dan dirawat dengan baik.
• Kamis (23/7) Rupiah Menguat di Level Rp 14.595 per Dolar, Emas Antam Turun Jadi Rp 977.000 per Gram
Menurut Kapolsek, sudah banyak warga yang mengajukan diri untuk mengadopsi Alfario.
Sejauh ini, lanjut Arsadi, sudah ada 24 orang yang sangat serius ingin mengadopsi bayi tersebut.
Namun mengenai adopsi, Kapolsek mengatakan jika itu sepenuhnya merupakan kewenangan panti.
"Bayinya dalam kondisi sehat dan dirawat dengan baik. Banyak yang ingin adopsi.
Soal adopsi, itu sepenuhnya kewenangan panti," katanya.
• Kamis (23/7) Rupiah Menguat di Level Rp 14.595 per Dolar, Emas Antam Turun Jadi Rp 977.000 per Gram
Sementara untuk Ika dan Andik, polisi menjeratnya dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Keduanya ini terancam hukuman lima tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan bayi laki-laki tak diketahui identitasnya ditemukan di depan ruko di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Sabtu (4/7/2020) pagi tadi.
Warga sekitar menemukan bayi tersebut dengan sebuah selendang, topi, botol susu, dot dan sebungkus susu bubuk.
Awalnya, seorang saksi bernama Trisnani (58), warga Pakintelan Gunungpati yang juga seorang dosen di Unnes mendengar suara tangisan bayi saat sedang melakukan jalan sehat.
Kemudian ia mendekat dan mengangkat bayi itu lantaran tampak kedinginan.
Trisnani segera menghubungi Polsek Gunungpati dan polisi membawa bayi itu ke puskesmas setempat.
Polisi juga tengah melakukan penyelidikan dalam peristiwa ini.
Bayi tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Sekaran.
Kemudian siang harinya dipindah ke Puskesmas Gunungpati yang melayani rawat inap.
Dari penuturan seorang perawat di Puskemas Gunungpati, bayi datang dalam kondisi sehat.
Bayi itu diperkirakan berumur sekitar tujuh hingga sepuluh hari.
“Melihat sudah puputan atau sisa tali pusat sudah lepas berarti berumur sekitar seminggu,” ungkap Heri Putranto ketika ditemui Tribunjateng.com di puskesmas itu.
“Bayi tersebut saat ini dirawat oleh bidan di puskesmas kami.
Informasi yang saya dapat, pihak Dinas Sosial Kota Semarang akan mendatangi puskesmas pada Senin pekan depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Heri juga mengatakan bahwa usai kabar penemuan bayi tersebut tersebar, Puskemas Gunungpati terus didatangi pengunjung.
Mereka yakni para warga yang ingin mengadopsi atau melihat kondisi bayi itu.
“Sejak bayi dipindah ke sini siang tadi, banyak yang datang sampai malam ini karena ingin menjenguk, melihat, memberi sumbangan dan kemungkinan ingin mengadopsi,” katanya.
Meskipun demikian, pihak puskesmas tidak memperkenankan adanya pengunjung maupun penjenguk untuk datang lantaran kebijakan yang diambil selama masa pandemi Virus Corona saat ini.
“Mereka kemudian tidak masuk dan melihat (bayi) dari luar saja,” ujar Heri.
Saya tidak mengetahui secara pasti ada berapa yang datang karena tadi perawat dan bidan di sini sedang fokus menangani pasien yang mau melahirkan.
Tapi jumlahnya cukup banyak,” lanjutnya.
• Bukan Karena Aurel, Ini Penyebab Sebenarnya Ayu Ting Ting Ngamuk di IG Atta Halilintar: Gile Hah!
Ketika Tribunjateng.com tiba di puskesmas, sejumlah pengunjung tersebut tidak terlihat di sana.
Heri berharap bahwa pihak kepolisian dapat segera menemukan orangtua dari bayi tersebut. (tribunjateng/rez/iwn)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kisah Sepasang Kekasih Buang Bayi: Dari Berzina Lalu Hamil dan Melahirkan, Buang Anak karena Malu Penulis: iwan Arifianto