Berita Eksklusif Tribun Jambi

Perusahaan Wajib Beri Kompensasi, Lahan Pertanian Terdampak Stockpile Batu Bara

Seperti diberitakan, petani di Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi, mengaku sawahnya terdampak dengan adanya stockpile di...

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Tribun Jambi Edisi Senin 21 Juli 2020 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Perusahaan yang memiliki stockpile batu batu bara di Kecamatan Taman Rajo (bukan Tango Rajo seperti ditulis sebelumnya), Kabupaten Muarojambi harus memberi kompensasi kepada warga petani terdampak.

"Ini wajib bagi perusahaan yang ada disekitarnya mengayomi, jangan sampai perusahaan untung masyarakat rugi. Cara seperti ini tidak dibenarkan, maka cari solusi yang terbaiklah," sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muarojambi, Firmansyah, Rabu (22/7).

Menurut Firmansyah kompensasi tersebut bisa berupa bantuan benih dan pupuk.

Lowongan Kerja PT Pegadaian Menerima Mulai dari Lulusan SMA, Terakhir Pendaftaran 24 Juli 2020

Kok Bisa Ratusan Lembaran KK Tersebar di Pedagang Pasar Kuala Tungkal? Warga Takut Disalahgunakan

Seperti diberitakan, petani di Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi, mengaku sawahnya terdampak dengan adanya stockpile di sekitar sawah mereka.

Kini, mereka mulai khawatir nasib sawah-sawah mereka, setelah melihat tanah yang diketahui milik konglomerat yang ada di wilayah desa mereka, mulai didatangi alat berat.

Mereka khawatir, jika lahan yang mulai ditimbun itu akan dijadikan tempat penumpukan batu bara.

Sebab, jika itu terjadi, maka menurutnya, sawah mereka juga akan terdampak.

Dampak itu mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir, saat mengetahui saluran irigasi untuk sawah-sawah mereka mulai tertutup timbunan.

Imbasnya, sawah-sawah tidak mendapat pengairan yang sesuai.

Kepala Desa Kunangan, M Fauzi menyampaikan, lahan sawah di desa itu awalnya seluas 120 hektare, baik secara keluarga mau pun secara pribadi.

"Dari 120 hektare itu, kita mendapat tantangan berat di wilayah kita ini. Kita dikelilingi kawasan industri," katanya pekan lalu.

Tangannya Digigit Ular, Pria Ini Malah Terus Mengejar Ular Hingga Badannya Lemas dan Kemudian Tewas

Sayangnya, jumlah itu kini tersisa sekitar 70 hektare saja.
Sebelumnya, jika rata-rata sawah ini dimiliki 15 tumbuk per keluarga, setidaknya bisa menghidupi satu tahun keluarga di Desa Kunangan.

Tapi sekarang mereka sudah jauh dari harapan itu, karena humus kesuburan tanah berkurang.

Ada 219 petani dari 1.267 penduduk Desa Kunangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved