Breaking News:

Jambi Antisipasi Karhutla 2020

BREAKING NEWS Antisipasi Karhutla, Gunakan Kamera Thermal di TNBS, Akurasi 99 Persen

Hampir setiap tahun kasus kebakaran hutan dan lahan selalu menghantui beberapa Provinsi, terutama Provinsi Jambi.

tribunjambi/abdullah usman
Petugas Operator kamera thermal, harus berjaga ekstra 24 jam dengan sistem shift, terutama pada musim kemarau peran operator sangat penting dalam menentukan titik koordinat kejadian. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Perkembangan teknologi dewasa ini sangat berperan penting dalam memberikan kemudahan bagi manusia, satu diantaranya dalam pencegahan dan penanganan sejak dini musibah karhutla

Hampir setiap tahun kasus kebakaran hutan dan lahan selalu menghantui beberapa Provinsi dan Kabupaten, terutama bagi wilayah yang memang menjadi langganan karhutla. Diantaranya Kabupaten Tanjab Timur, Provinsi Jambi yang merupakan kawasan geografis yang didominasi kawasan gambut atau bakau.

Beberapa langkah dan tameng telah disiapkan Pemerintah, mulai dari langkah sosialisasi hingga melakukan modifikasi cuaca. Selain itu beberapa wilayah dan sektor memiliki kesiapan tersendiri dalam antisipasi karhutla. 

Via Online, Pria di Cianjur Jual Istri Dengan Tarif Rp 400 Ribu, Keuntungannya Dipotong 25 Persen

Perjalanan Putera Sulung Jokowi Jadi Cawako Solo, Serta Instruksi Megawati ke Kader PDI-P

4 Karyawan di Tanjab Barat Positif Covid-19, Dewan Minta Perusahaan Berhenti Beroperasi 14 Hari

Seperti yang dipersiapkan oleh Satuan Manggala Agni Brigade Karhut Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). Selain kesiapan personil dan peralatan yang menjadi garda terdepan dalam antisipasi dan penanganan karhutla khusus di kawasan TNBS, pihaknya memiliki cara tersendiri dan terbilang modren dari lainnya.

Dengan menggunakan teknologi Kamera thermal Scan asap dan titik panas (FDC), menjadi satu satunya camera pantau titik panas pertama yang digunakan di Provinsi Jambi. Dan telah beroperasi sejak tahun 2019 lalu.

Petugas Operator kamera thermal, harus berjaga ekstra 24 jam dengan sistem shift, terutama pada musim kemarau peran operator sangat penting dalam menentukan titik koordinat kejadian.
Petugas Operator kamera thermal, harus berjaga ekstra 24 jam dengan sistem shift, terutama pada musim kemarau peran operator sangat penting dalam menentukan titik koordinat kejadian. (tribunjambi/abdullah usman)

Dengan kemampuan membaca titik panas dan hotspot hampir 99 persen akurat, tak ayal kemampuan alat tersebut menjadi andalan tim saat menentukan informasi atau titik lokasi potensi karhutla.

Selain itu jarak shot atau jangkauan kamera pantau untuk jenis titik asap maksimal 5 Km, dan untuk titik panas lebih kurang 8 Km, nyaris alat tersebut menjadi senjata andalan dalam membaca pergerakan musuh. 

"Bahkan jika alat tersebut di upgrade lagi, jarak shot atau jangkauannya bisa mencapai 20 km atau jarak maksimal," ujar operator kamera thermal Manggala Agni Brigade Karhut TNBS Eri Erwandi.

Diprediksi Gibran-Teguh Bisa Menang Mudah: Bukan Untuk Kalah, Ini Soal Harga Diri Keluarga Presiden

Catherine Wilson Menyesal Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, Ngaku Tiga Bulan Sudah Konsumsi Sabu

FAKTA BARU Brigjend Prasetijo Pernah Kawal Buronan Djoko Tjandra Naik Jet Pribadi ke Pontianak

Lanjutnya, dalam pengoperasiannya kamera tersebut aktif selama 24 jam nonstop, dan harus dalam pantauan petugas operator, terlebih jika di musim kemarau. Dengan Dua petugas operator jaga yang bergantian sistem shift.

Halaman
123
Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved