Breaking News:

Polusi Udara yang Membahayakan Kesehatan, Berikut 13 Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Udara merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Udara dengan kualitas bersih menjadi kebutuhan disetiap tempat.

The Beijinger
Ilustrasi. Polusi udara di kota Beijing, Tiongkok. 

TRIBUNJAMBI.COM - Udara merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Udara dengan kualitas bersih menjadi kebutuhan disetiap tempat.

Namun, ada beberapa tempat justru polusi udaranya yang parah dan polusi di negara tersebut menjadi salah satu penyebab kematian warganya.

Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh LSM internasional yang berbasis di Washington DC, yaitu OpenAQ menyampaikan  laporan penelitian yang terbit pada Kamis (9/7/2020) dengan judul Open Air Quality Data: The Global State of Play.

Ilmuwan atmosfer sekaligus pendiri OpenAQ, Dr Christa Hasenkopf menjelaskan dalam keterangan tertulisnya mengatakan penelitian itu dilakukan dengan menguji 212 negara.

Virus Corona Ternyata Bisa Menyebar lewat Udara, Jangan Sepele Ini yang Harus Kita Waspadai!

Lebih Besar dari Krisis 2008, Pengangguran di Indonesia Diperkirakan Bertambah 9 Juta Jiwa Tahun Ini

Dari penelitian tersebut, ditemukan 109 negara atau mencapai 51 persen pemerintahan tidak mengeluarkan data kualitas udara dari setiap polutan berbahaya.

"Akses dasar ke data kualitas udara adalah langkah pertama untuk meningkatkan kualitas udara yang kita hirup," kata Hasenkopf.

Penelitian yang dilakukan ini juga mendapatkan dukungan dari para ilmuwan di NASA dengan mengggunakan sistem OpenAQ.

Dengan melakukan penggabungan data satelit NASA dari polusi udara dengan sistem OpenAQ membuat semua orang di seluruh dunia bisa mendapatkan informasi tentang kualitas udara.

Dendam, Begini Pengakuan Mantan Murid yang Bunuh Gurunya dalam Ember di Banyuasin, Sumatera Selatan

Begini Kronologi Kejadian Ditemukannya Editor Metro TV Tewas, Ada Luka Tusuk Dibagian Ini

ilustrasi, polusi udara
ilustrasi, polusi udara (National Geographic)

Negara yang kualitas udaranya yang buruk

Berdasarkan laporan penelitian itu juga, OpenAQ mengungkapkan 13 negara dengan populasi terpadat, di mana pemerintah nasionalnya tidak memiliki program pemantauan jangka panjang untuk kualitas udara ambien.

Halaman
1234
Editor: budi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved