Virus Corona Ternyata Bisa Menyebar lewat Udara, Jangan Sepele Ini yang Harus Kita Waspadai!
Baru-baru ini, sebuah surat terbuka dari lebih dari 200 ilmuwan menuding Organsasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabaikan kemungkinan penularan lewat udara
TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona kini masih menjadi sorotan serius oleh sejumlah negara di dunia.
Bahkan, kasus virus corona di sejumlah negara terus mengalami peningkatan termasuk di Indonesia.
Baru-baru ini, sebuah surat terbuka dari lebih dari 200 ilmuwan menuding Organsasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabaikan kemungkinan penularan virus corona melalui udara.
Badan WHO selama ini hanya menyebut virus corona ditularkan melalui tetesan (droplet) yang keluar ketika seorang penderita batuk atau bersin.
Merespons surat itu, WHO pun mengakui bahwa bukti baru menunjukkan, virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dapat menyebar melalui udara, meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikannya.
• Puluhan Pasangan di Jambi Ketangkap Diduga Tengah Pesta Seks, Sekamar Ada 1 Perempuan dengan 6 Pria
• Guru Wanita Tewas Telanjang di Ember, Sempat Diperkosa hingga Dirampok dengan Pemuda 18 Tahun
• Dipastikan Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Idul Adha 2020, Ini Penjelasan Menteri Agama Fachrul Razi
• Katalog Promo Alfamart Lengkap 10-15 Juli 2020, Susu, Indomie hingga Diskon Peralatan Sekolah
Jika telah dikonfirmasi, maka fakta tersebut akan memengaruhi pedoman WHO dalam hal pencegahan virus corona.
Dengan perkembangan terbaru ini, apa yang harus kita waspadai?
Selama ini, penularan melalui udara merupakan salah satu yang paling dikhawatirkan. Jika ini terjadi, maka penularan akan lebih mudah terjadi.
Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, penularan virus corona melalui udara meningkatkan risiko penularan di tempat-tempat tertutup.
Ia mencontohkan, kondisi itu misalnya di bioskop, ruang karaoke, dan bar.
Menurut dia, pengelola tempat dengan minim ventilasi harus membuka semua pintu dan jendela selama beraktivitas di dalam ruangan itu.
"Pemilik lokasi atau ruang tertutup harus membuka semua pintu dan jendela selama ada aktifitas di dalam ruang-ruang itu dan penggunaan AC di ruang tertutup dikurangi," kata Windhu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).
"Ruang-ruang tadi hanya boleh diisi dengan seperempat atau sepertiga dari kapasitasnya," lanjut dia.
Bioskop beroperasi akhir Juli
Windhu juga menyoroti rencana pembukaan bioskop pada akhir Juli 2020 mendatang.