Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Laut China Selatan

Bila Perang China Vs Amerika Pecah, Asia Tenggara akan Jadi Medan Pertempuran

Kawasan kawasan Asia Tenggara diprediksi akan menjadi lokasi perang antara China dan Amerika Serikat jika itu benar terjadi.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
AFP
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. 

TRIBUNJAMBI.COM -  Kawasan kawasan Asia Tenggara diprediksi akan menjadi lokasi perang antara China dan Amerika Serikat jika itu benar terjadi.

Saat ketegangan antara China dan Amerika Serikat di Laut China Selatan.

Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya Amerika Serikat  mengirimkan lebih dari 60 persen kekuatan kapal perangnya di wilayah Laut China Selatan

PAN Tegaskan Tak Mau Koalisi Dengan Parpol Pengusung Calon Kepala Daerah Mantan Pecandu Narkoba

 

Hal itu dinilai berbahaya oleh banyak pihak, sebab AS secara terang-terangan menantang China di depan muka mereka.

Menutip dari AFP, Presiden Institut Nasional Studi Laut China Selatan, Wu Schicun, mengungkap kemungkinan terburuk situasi ini.

Indonesia Disebut Pusat Penularan Baru Covid-19, Yurianto Sarankan Masyarakat Harus Disiplin

Menurut pemimpin lembaga tink tank China tersebut besar kemungkinan perang akan pecah di laut yang membentang dari China sampai ke Indonesia tersebut.

Pandangan tersebut dilihat dari banyaknya tentara AS yang mencapai 375.000 prajurit telah bersiaga dan tidak menutup kemungkinan tembakan yang tak disengaja memicu pecah perang.

Sebelum Verifikasi Faktual, 676 Penyelenggara Pilkada di Tanjab Timur Ikut Rapid Test, Hasilnya Ini

 

"Jika krisis meletus, dampak pada hubungan bilateral akan menjadi bencana besar," ucapnya.

Perkembangan terbaru adalah medan pertempuran kedua cermin kekuatan militer dunia itu disinyalir akan terjadi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Sikap Sejumlah Negara di ASEAN

Dua pejabat dari kedua negara bahkan secara terang-terangan memperebutkan perhatian negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia.

Silang pendapat ini muncul di saat persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China di kawasan ini kian meningkat.

Dilansir dari South China Morning Post, Duta Besar China untuk Singapura Hong Xiaoyong menyampaikan serangan terbaru dengan menuduh Menteri Pertahanan AS Mark Esper telah memicu ketegangan dengan menyebut China sebagai ancaman.

Dia membuat pernyataan di The Straits Times sebagai tanggapan atas opini yang ditulis oleh Esper di koran Singapura tersebut pada minggu lalu.

Dimana Esper telah menyerukan hubungan keamanan yang lebih dekat dengan sekutu regional di Asia Tenggara di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan Partai Komunis China.

Ahok Ngaku Gaji di Pertamina Cukup Besar Rp 170 Juta, Lebih Enak Jadi Gubernur Besar Pengaruhnya

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved