Berita Nasional
Militer Negara Bollywood Balas Dendam, Giliran India Kini yang Habisi 43 Tentara China Tanpa Ampun
Militer Negara Bollywood Balas Dendam, Giliran India Kini yang Habisi 43 Tentara China Tanpa Ampun
TRIBUNJAMBI.COM - India tak bisa dianggap remeh bila berbicara militernya.
Memiliki satuan mengerikan ditubuh militernya. Kini tentara Bollywood melakukan aksi balas dendam ke China.
Kisruh dengan militer China di perbatasan kedua negara membuat India sangat waspada.
Sudah waspada pun 20 tentara India diketahui tewas saat bentrokan yang terjadi Senin lalu.
Hingga saat ini, China belum melaporkan adanya korban tewas akibat pertempuran sengit dengan pasukan India di perbatasan. Dikabarkan, lebih dari 40 tentara China dilaporkan jadi korban konflik perbatasan dengan India di Ladakh, wilayah Kashmir yang jadi sengketa.
• BPN Bungo Blokir Puluhan Sertifikat Tanah Sengketa di KM 08
• BPC HIPMI Bungo Akan Gelar Muscab, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Tanggal Ini
• Kabar Terbaru Niat Pemkot Jambi Hutang Ratusan Miliar ke PT SMI
Kantor berita ANI yang mengutip sumber anonim melaporkan, ada 43 serdadu Negeri "Panda" yang terluka atau terbunuh, meski tak ada konfirmasi langsung.
Sementara India sebelumnya sudah menyatakan, 20 tentara mereka tewas dalam konflik perbatasan yang terjadi pada 15-16 Juni itu.
Dilansir NDTV, ini adalah konflik paling serius yang dialami baik Negeri "Bollywood" maupun China sepanjang lima dekade terakhir.
Sementara CNBC memberitakan, intelijen AS meyakini ada 35 prajurit China yang tewas di Ladakh, termasuk seorang perwira senior.
• VIDEO Ini PNS Pertama di Indonesia, Pemilik NIP 010000001, Sosok yang Disegani dan Dihormati
• Angkutan Batu Bara Beroperasi Siang Hari, Dishub Ajukan Revisi Perda, Izin Perusahaan Bisa Dicabut
• Antisipasi Karhutla, Kodim 0420/Sarko Gencar Sosialisasi ke Warga
Kedua negara saling menuding menjadi pihak yang memulai ketegangan di Kashmir, yang juga dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual (LAC).
Dikutip Reuters, Kementerian Luar Negeri China menuduh militer New Delhi yang melewati daerah dan menyerang tentara mereka. Hu Xijin, Pemimpin Redaksi Global Times, harian resmi pemerintah China, mengomentari insiden di Lembah Galwan dengan menyatakan agar India tak macam-macam.
"Saya ingin memberi tahu mereka, janganlah terlalu arogan dan salah menafsirkan keputusan menahan diri kami sebagai kelemahan," ancam Hu. "China tidak ingin memulai sebuah ketegangan dengan India. Tapi, kami sama sekali tidak takut," klaimnya dalam kicauan di Twitter.
Dikutip Reuters, Kementerian Luar Negeri China menuduh militer New Delhi yang melewati daerah dan menyerang tentara mereka. Hu Xijin, Pemimpin Redaksi Global Times, harian resmi pemerintah China, mengomentari insiden di Lembah Galwan dengan menyatakan agar India tak macam-macam.
• Investor Perlu Tinjau Aset di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
• Cadangan Emas Berlimpah, Tapi Rakyatnya Melarat, Ini Fakta yang Terjadi di Negara Ini
• INI Penegasan dari Pihak BPOM Sikapi Klaim Dexamethasone Mampu Cegah Virus Corona atau Covid-19
"Saya ingin memberi tahu mereka, janganlah terlalu arogan dan salah menafsirkan keputusan menahan diri kami sebagai kelemahan," ancam Hu. "China tidak ingin memulai sebuah ketegangan dengan India. Tapi, kami sama sekali tidak takut," klaimnya dalam kicauan di Twitter.
"Kami memerhatikan bahwa India mengumumkan 20 prajuritnya tewas, dan kami menawarkan belasungkawa kepada keluarga mendiang," jelas Washington.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-tentara-india.jpg)