Berita Muarojambi

Sebanyak 32 Ribu Warga Muarojambi Pemegang Kartu BPJS Dinonaktifkan

Pasalnya pemerintah pusat keluarkan kebijakan baru yaitu masyarakat yang menerima kartu BPJS yang dibiayai dari APBN tidak ada namanya dalam Data Terp

Tribunjambi/Hasbi
Plt Kepala Dinas Sosial Muarojambi, Rossa Chandra Budi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sebanyak 23 ribu warga Kabupaten Muarojambi pemegang kartu kepesertaan BPJS secara gratis dari pemerintah pusat dinonaktifkan.

Pasalnya pemerintah pusat keluarkan kebijakan baru yaitu masyarakat yang menerima kartu BPJS yang dibiayai dari APBN tidak ada namanya dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementrian Sosial.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial Rossa Chandra Budi warga Kabupaten Muarojambi sebanyak 32 ribu orang pemegang kartu BPJS dinonaktifkan.

Banyak Kegiatan Masyarakat Terhenti karena Corona, Fachrori Imbau agar Bahu-membahu

10 Orang Telah Diperiksa Kejari Tanjabbar Terkait Kasus Dugaan Korupsi LPJU di Dinas Perkim

Punya Potensi Luar Biasa, Dexamethasone Disebut Efektif Selamatkan Pasien Virus Corona dari Kematian

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak BPJS ada sebanyak 32 ribu peserta BPJS warga Muarojambi sudah nontifkan oleh pemerintah pusat sejak 1 Mei 2020 lalu," jelasnya, Rabu (17/6/2020).

Ia juga menyampaikan alasan pemerintah pusat mengnonaktifkan terhadap penerima kartu BPJS tersebut karena ketentuan yang mengatur bahwa seluruh masyarakat dibawah garis kemiskinan semuanya tergabung dalam data DTKS.

"Jadi apapun bentuk bantuan dari pemerintah pusat semuanya berbasis pada data DTKS, inilah penyebabnya peserta tersebut dicoret karena tidak terdaftar dalam DTKS," terangnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved