Berita Nasional
Rupiah Makin Perkasa Atas Dolar, Angin Segar Buat Petani Sawit, GAPKI: Sektor Lain Akan Turut Pulih
Rupiah Makin Perkasa Atas Dolar, Angin Segar Buat Petani Sawit, GAPKI: Sektor Lain Akan Turut Pulih
TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa hari ini, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mulai bergeraknya ekonomi seiring dengan kebijakan new normal, dinilai bisa menjadi sentimen positif bagi pelaku bisnis. Termasuk untuk sektor kelapa sawit.
Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi optimistis sektor bisnis akan segera pulih.
Tofan membeberkan, dalam beberapa bulan terakhir saat pandemi Covid-19 melanda, rerata ekspor produk turunan sawit turun sekitar 20%.
• Bak Pinang Dibelah Dua, Cantik Mella Rossa, Adik Via Vallen yang Dibilang Kembaran Sang Pedangdut
• TPS Pilkada Serentak di Provinsi Jambi Bertambah 767 Unit
• BPBD Muarojambi Sosialisasi Penerapan New Normal, Pedagang Pasar Sengeti Diwajibkan Pakai Masker
Hal itu terjadi lantaran aktivitas beberapa pelabuhan di pasar ekspor utama seperti India, China dan Pakistan sempat terhambat bahkan berhenti.
"Tapi sekarang sudah mulai lancar. Kami optimistis tidak hanya sawit, sektor yang lain bisa segera pulih," kata Tofan kepada Kontan.co.id, Senin (8/6).
• Menguak Kebiasaan Soeharto, Seorang Presiden yang Selalu Bawa Makanan Murah Meriah Ini saat ke LN
• Perubahan Lidya Pratiwi, Artis Sinetron yang Bunuh Pacarnya Itu Jadi Mualaf di Rutan Usai Mimpi Ini
• Diisukan Jadi Calon Pendamping Ayu Ting Ting, Ayah Rozak Ungkap Tabiat Asli dari Didi Riyadi
Terkait dengan penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS, Tofan menyampaikan fluktuasi kurs perlu diperhatikan lebih lanjut.
Yang jelas, penguatan kurs rupiah mendatangkan dampak positif, khususnya untuk perusahaan yang memiliki beban dalam bentuk dolar AS.
Dengan nilai tukar yang terjaga, biaya yang harus ditanggung perusahaan pun tidak ikut membengkak.
"Kita melihatnya dalam perspektif yang lebih luas, masih harus dilihat fluktuasi nilai tukar seperti apa. Kalau dolar mahal, ada kecenderungan biaya-biaya juga akan naik. Dengan apresiasi rupiah, kita berharap itu tidak terjadi," sebut Tofan.
• Begini Ledekan Sule ke Andre Taulany Usai Pamit dari Ini Talkshow NET TV, Sebut Isi Acara TV Turki
• Polisi Muara Bulian Bingung Cara Ngomong dengan Penembak Wajah Pawit, Gangguan Jiwa
• BPBD Muarojambi Sosialisasi Penerapan New Normal, Pedagang Pasar Sengeti Diwajibkan Pakai Masker
Di sisi lain, Tofan mengatakan bahwa dampak covid-19 terhadap operasional industri sawit sejatinya tidak begitu signifikan.
Sebab, kegiatan di perkebunan dan pabrik kelapa sawit sudah menerapkan protokol pencegahan covid-19 secara ketat.
Selain itu, dari sisi penjualan, serapan di pasar domestik masih menjanjikan.
"Kita bersyukur di tengah pandemi covid-19, sektor sawit termasuk yang tidak terdampak signifikan. Kegiatan operasional berjalan normal, ekspor turun tapi pasar dalam negeri masih besar," ungkapnya.
Berdasarkan rilis yang disampaikan Gapki, ekspor minyak sawit pada bulan April 2020 dibandingkan dengan bulan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 77.000 ton, dengan 44.000 ton dari refined palm oil dan 33.000 ton dari CPO.
• Ternyata Mantan Istri Dory Harsa Tak Kalah Cantiknya dengan Nella Kharisma, Ini Penampakannya
• Camat Alam Barajo Tanggapi Soal Video Viralnya yang Sambangi Rumah Warga Keluhkan Air Mati
• Bupati Muarojambi Minta Semua OPD Ikut Awasi dan Sosialisasi Penggunaan Masker Pada New Normal
• Yamaha DDS Jambi Gelar Kontes Foto
• Kecelakaan Tunggal di Kawasan Rajawali Tewaskan Dua Remaja, Ibu Korban Histeris
Artikel Ini Telah Tayang di KONTAN.ID
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/harga-tbs-kelapa-sawit_20180823_180121.jpg)