Virus Corona

Ratusan Orang Bersenjata Tajam Datangi RS Untuk Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Begini Kronologinya

Ratusan Orang Bersenjata Tajam Datangi RS Untuk Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Begini Kronologinya

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Twitter/Komariah Juminah
(Ilustrasi) Viral polisi India menakut-nakuti dengan memasukkan warga yang nekat keluyuran di tengah pandemi ke ambulans berisi pasien corona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Terjadi lagi insiden penjemputan paksa jenazah pasien dalam pengawasan terjadi di Indonesia.

Kali ini tak tanggung-tanggung, demi bisa membawa pulang jenazah kerabatnya, keluarga bawa serta ratusan orang ke RS.

Bukan hanya bersama 100 orang saja tapi orang-orang tersebut ada yang membawa serta senjata tajam.

Kejadian tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.

Besok Pengumuman Kelulusan SMP di Muarojambi Diumumkan Malam Hari untuk Hindari Ini

Diduga Motif Asmara, Bidan Desa Dianiaya Istri Polisi Hingga Alami Kritis

KRONOLOGI 3 Warga Merangin Tiga Jam Tertimbun Tanah Penambangan Emas Ilegal

Keluarga seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia mengambil paksa jenazah yang hendak dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Dadi Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam rekaman kamera CCTV RS Dadi yang beredar di media sosial, jenazah diambil saat masih berada di ruang ICU.

Tampak tujuh orang masuk dan langsung membawa pergi jenazah tersebut.

Direktur RS Dadi, Arman Bausat, membenarkan adanya pengambilan paksa jenazah seorang PDP pada Rabu (3/6/2020) siang.

Viral, 100 Orang Bersenjata Tajam Tiba-tiba Datangi RS Untuk Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Begini Reaksi Pengurus Rumah Sakit!
Viral, 100 Orang Bersenjata Tajam Tiba-tiba Datangi RS Untuk Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Begini Reaksi Pengurus Rumah Sakit! ((Istimewa) via Kompas.com)

Ruas Jalan Provinsi di Bahar Utara yang Rusak Parah Mulai Dikerjakan Dinas PUPR Provinsi Jambi

Istri Dikubur di Pemakaman Khusus Covid-19, Pria Ini Gugat Pemerintah Sebab Hasil Tes Swab Negatif

Gempa 4,8 Magnitudo Guncang Aceh, Dampaknya 17 Bangunan Dilaporkan Alami Kerusakan

Pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, saat pengambilan paksa berlangsung ada sekitar 100 orang datang dengan membawa senjata tajam.

"Daripada dihalau, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi saya perintahkan langsung, biarkan saja agar tidak terjadi pertumpahan darah,” kata Arman saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Setelah Idul Fitri, Harga Ikan Sungai di Pasar Angso Duo, Dipicu Kurangnya Stok

KISAH 3 Saudara Kandung Meninggal Dunia Bersama, Curhatan Wanita Ini Bak Firasat Menyayat Hati

Ini Wilayah di Provinsi Jambi yang Diprediksi Hujan Lebat Hingga Tiga Hari Kedepan

Rujukan dilakukan karena pasien itu menunjukkan gejala batuk, demam tinggi, sesak napas, dan muntah.

Pada Rabu (3/6/2020), pasien itu meninggal dunia.

"Jadi kami langsung hubungi tim gugus tugas covid dan baru rencana akan dikafani, dishalatkan dan dimakamkan protap Covid-19 di Pemakaman Maccanda, Kabupaten Gowa. Eh, datang pihak keluarganya langsung ambil paksa dan bawa pergi,” jelasnya.

Sinetron Anak Langit di SCTV Tamat, Begini Isi Ungkapan Perpisahan Angela Gilsha!

10 Pasien Positif Corona di Provinsi Jambi Dinyatakan Sembuh, Ini Asal Daerahnya

Arman mengatakan, rumah sakit belum sempat mengambil sampel pasien itu untuk diperiksa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved