Update Pasien Corona Jambi
Alat Rapid Test di Merangin Menipis, Ratusan Orang Lakukan Tes Cepat Covid-19
Stok alat rapid test di Kabupaten Merangin mulai menipis akibat banyaknya warga yang melakukan uji cepat Covid-19.
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Stok alat rapid test di Kabupaten Merangin mulai menipis akibat banyaknya warga yang melakukan uji cepat Covid-19.
Per hari ini, Kamis (14/5), jumlah alat rapid test yang sudah digunakan sebanyak 795. Alat ini digunakan oleh dua instansi yaitu rumah sakit Kolonel Abunjani dan Labkesda Kabupaten Merangin.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merangin M Arif menyebut, saat ini sisa alat rapid test yang tersedia hanya 240 pcs.
"Stok saat ini Labkesda 125 pcs, dan 120 pcs untuk rumah Sakit Kolonel Abundjani," kata Arif.
• Pemkab Sarolangun Tetapkan Libur Lebaran Dimulai Tanggal Ini
• Tak Selesai di Kabupaten, Kasus Bentrokan Dua Dusun di Bungo Diserahkan ke Lembaga Adat Bungo
• Satu Perusahaan di Sarolangun Tutup Akibat Corona, Puluhan Karyawan Dirumahkan
Dari dua instansi pemerintah yang melakukan pemeriksaan rapid test tersebut, paling banyak digunakan oleh rumah sakit Kolonel Abunjani yaitu 420 pcs, sementara untuk Labkesda sebanyak 375 pcs.
Menurut Arif, data ini akan terus bertambah, apalagi saat ini petugas terus melakukan rapid test.
"Labkesda hari ini tes lagi di tes di Simpang Parit," imbuhnya.
Dengan menipisnya jumlah persediaan alat rapid test tersebut, saat ini pihaknya tengah memesan alat tersebut.
"Saat ini tengah mengajukan kembali permintaan ke Dinkes Provinsi Jambi dan dinkes memesan lebih kurang 1.000 pcs dan RSUD juga memesan 400 pcs (150 pcs sudah diterima) dengan dana APBD," jelasnya.
Alat rapid test ini digunakan pada pasien maupun keluarga dan orang yang pernah kontak dengan pasien yang positif rapid test ataupun Positif Covid-19.
Saat ini, di Kabupaten Merangin tecatat 15 orang yang positif Covid-19, dan PDP sebanyak 27 orang. Dari 27 itu, empat orang sudah sembuh, sementara untuk ODP saat ini tercatat 71 orang. Dari jumlah itu, 55 sudah selesai pemantauan, artinya saat ini yang masih tersisa sebanyak 16 orang. (*)