Berita Internasional

Laut China Selatan Makin Panas, Tiongkok Malah Tambah Musuh dengan Adu Tembak dengan Militer India

Laut China Selatan Makin Panas, Tiongkok Malah Tambah Musuh dengan Adu Tembak dengan Militer India

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Diptendu Dutta
Perbatasan China India 

TRIBUNJAMBI.COM - Bukan cuma dengan Amerika Serikat, China ternyata sedang berkonflik di banyak wilayah.

Tak hanya laut China selatan dan politik di berbagai negara, bahkan China sedang adu tembak dengan tentara India.

Melansir The Independent, terjadi pertempuran antara 150 pasukan India dan China di pegunungan Himalaya.

Beberapa tentara cedera saat Sabtu perbatasan dekat Nathu La antara Sikkim Utara di India dan Tibet, Nepal.

200 Pengecer Tribun Jambi Terima Bingkisan dari SKK Migas-PetroChina

Rumah Sakit di China Dibangun 6 Hari, Begini Pembuatan RS Khusus Covid-19 di Lamongan Jawa Timur

Benar-benar Terjadi, China Kembali Umumkan Gelombang Dua Penyebaran Covid-19 di Wuhan, Klaster Baru

Pertempuran tersebut terjadi setelah ada laporan baku tembak antara 250 tentara beberapa hari sebelumnya di Ladakh Timur, teritorial Kashmir.

Pasukan India mengatakan jika perselisihan tersebut berumur pendek dan bisa diselesaikan dengan "dialog dan interaksi di tingkat lokal".

"Perilaku agresif dari dua pihak menyebabkan cedera pada para tentara," ujar juru bicara tentara India Timur Mandeep Hooda kepada reporter.

"Itu adalah baku hantam dan argumen yang berakhir dengan tindakan agresif. Baku tembak antara militer penjaga perbatasan terjadi setelah tidak tercapainya kesepakatan."

Warga Pelawan Ditodong Senpi, Polres Sarolangun Bekuk Begal Sadis dari Sumsel

Refly Harun Sebutkan Jokowi Tidak Bisa Dijatuhkan Cuma Gara-gara Presiden Berbohong

Daerah Norwegia Bisa Siang 24 Jam, Bagaimana Puasa di Negara Seperti Ini?

Dari baku tembak tersebut dilaporkan empat tentara militer India dan tujuh tentara militer China cedera.

Sejarah India dan China mengenai perbatasan di Himalaya telah lama diperebutkan.

Mereka sudah bersitegang sejak tahun 1962.

Semenjak itu telah ada perpecahan sporadis selama 10 minggu antara kedua negara di wilayah dataran tinggi Doklam, dekat Sikkim.

UPDATE! Kasus Virus Corona di Indonesia Rabu 13 Mei 2020 Bertambah 689 Total 15.438 Kasus

Untuk Pasca PSBB Palembang, Catat 5 Rekomendasi Kuliner Mie Celor Ini

Panglima tentara India pada saat itu sudah ingatkan negaranya jika mereka harus bersiap untuk perang.

Argumen yang ia kemukakan adalah senjata nuklir tidak serta merta menghentikan konflik.

Namun hubungan dengan China sepertinya membaik.

Halaman
123
Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved