Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

travel

Daerah Norwegia Bisa Siang 24 Jam, Bagaimana Puasa di Negara Seperti Ini?

Ada beberapa negara yang puasanya lebih dari 14 jam. Bagaimana umat muslim yang tinggal di negara tersebut menghadapi Ramadhan?

Tayang:
Editor: rida
Pemandangan matahari tengah malam di Alta, Norwegia 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada beberapa negara yang puasanya lebih dari 14 jam. Bagaimana umat muslim yang tinggal di negara tersebut menghadapi Ramadhan?

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu. Ketika sedang berpuasa, seseorang diharuskan untuk menahan lapar, haus, dan nafsu dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Umumnya, rata-rata waktu berpuasa adalah sekitar tiga belas jam, dihitung dari terbitnya fajar sampai waktu maghrib.

Namun, ada sejumlah negara yang memiliki waktu berpuasa lebih dari 18 jam karena memiliki waktu siang lebih panjang.

Cabai Rawit Naik, Harga Bawang Merah di Jambi Tembus Rp 50 Ribu Sekilo

Komedian Sule Pamit dan Ingin Berhenti dari Dunia Hiburan Ternyata Begini Kisah Sebenarnya!

Hal itu seperti yang dialami oleh umat Muslim di Denmark dan negara-negara lain seperti Norwegia dan Islandia akan berpuasa jauh lebih lama daripada mereka yang berada di belahan bumi bagian selatan.

Bahkan, ada beberapa tempat di mana matahari tidak terbenam sama sekali pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.

Bahkan di Svalbard, sebuah kepulauan Norwegia di Samudra Arktik, mereka bisa bermandikan cahaya 24 jam dari bulan April hingga Agustus.

 Puasa yang Panjang

Seorang imam masjid di Oslo, Norwegia Asim Mohammed mengatakan, beberapa jemaahnya akan mengambil libur selama Ramadhan untuk mengatasi puasa yang panjang.

"Di Norwegia, ada perbedaan besar antara jam siang di musim panas dan musim dingin. Selama bulan-bulan musim dingin seperti Desember, matahari terbenam bisa terjadi paling awal pukul 15.15," kata Mohammed, dilansir dari Arab News.

"Tentu saja, semua orang lebih menyukai Ramadhan di musim dingin," sambungnya. Menurutnya, ada tiga pilihan puasa bagi Muslim di tempat-tempat yang melihat "matahari tengah malam". Pertama, mereka dapat berpuasa sesuai dengan fajar dan matahari terbenam di kota terdekat yang tidak memiliki cahaya siang terus menerus.

Kedua, berpuasa sesuai dengan waktu Mekkah. Ketiga, berpuasa sesuai dengan waktu di daerah mereka sendiri.

Untuk Pasca PSBB Palembang, Catat 5 Rekomendasi Kuliner Mie Celor Ini

Yuk Tingkatkan Amal dan Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadan, Jemput Kemuliaan Malam Lailatul Qodar

Kiblat umat Islam

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Ali Jumah Muhammad dalam laman resmi Lembaga Fatwa Mesir.

Menurutnya, umat Islam yang berada dalam kondisi serupa disarankan untuk berpuasa sesuai dengan rentang waktu di Mekkah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved