Sejumlah Negara Mulai Hadapi Gelombang Kedua Wabah Virus Corona?
Sejumlah negara mulai melonggarkan aturan pembatasan kegiatan untuk menekan penyebaran wabah virus corona.
TRIBUNJAMBI.COM, HONG KONG - Sejumlah negara mulai melonggarkan aturan pembatasan kegiatan untuk menekan penyebaran wabah virus corona.
Namun potensi munculnya gelombang kedua penyebaran corona, makin membesar.
Dilansir dari South China Morning Post, kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi yang telah menewaskan lebih dari 280.000 orang di seluruh dunia dan menghancurkan ekonomi global ini mengintai sebagian besar Eropa dan dunia.
Dengan jutaan orang yang kehilangan pekerjaan, termasuk di Amerika Serikat di mana 20 juta orang kehilangan pekerjaan pada bulan April, pemerintah sangat ingin membuka kembali perekonomian.

Tetapi risiko gelombang kedua ditekankan oleh kebangkitan kasus corona di Korea Selatan.
Meskipun dipuji secara luas atas penanganan wabah, negara itu terpaksa menutup semua bar dan klub di ibukota Seoul setelah sekelompok orang mengalami infeksi corona belum lama ini.
Korea Selatan mengumumkan jumlah tertinggi kasus virus corona baru selama lebih dari sebulan pada hari Senin, didorong oleh kelompok infeksi di distrik kehidupan malam Seoul tepat saat negara itu melonggarkan pembatasan.
• Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 2020/1441H,Wilayah Provinsi Jambi Besok Selasa 12 Mei 2020
• Inilah Lokasi Google Maps Kapolsek Pelepat Ditusuk Bokongnya dan 7 Personel Disandera 600 Orang
Negara ini telah dianggap sebagai model global dalam cara mengekang virus, tetapi pada akhir pekan Seoul dan Incheon memerintahkan penutupan semua klub dan bar setelah ledakan kasus baru memicu kekhawatiran munculnya gelombang kedua.
Negara itu melaporkan 35 kasus baru pada hari Senin, sehingga totalnya menjadi 10.909 kasus.
Walikota Seoul Park Won menyebut total 85 kasus sejauh ini telah dikaitkan dengan seorang pria berusia 29 tahun yang dites positif setelah menghabiskan waktu di lima klub dan bar di daerah Itaewon pada awal Mei.
Pemerintah kota mendesak semua orang yang mengunjungi distrik itu selama dua minggu ke belakangan untuk dites.
Tetapi para pejabat kesehatan berjuang untuk melacak ribuan orang yang pergi ke klub dan bar di Itaewon.
• Seorang Preman yang Kerap Beraksi & Menakuti Warga dengan Granat Manggis Diringkus Polres Aceh Timur
• Mantan Kades Tanjung Pauh Bantah Terima Uang Fee Penjualan Tanah Desa
Kekhawatiran di China juga meningkat.
Setelah otoritas setempat melaporkan infeksi corona baru di Wuhan yang merupakan kasus pertama dalam sebulan terakhir.
China melaporkan 17 kasus Covid-19 pada 10 Mei, naik dari sehari sebelumnya dan menandai peningkatan harian tertinggi sejak 28 April.