Seorang Preman yang Kerap Beraksi & Menakuti Warga dengan Granat Manggis Diringkus Polres Aceh Timur
Seorang pemuda yang dilaporkan warga sebagai preman yang sering menakut-nakuti warga dengan granat manggis.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pemuda yang dilaporkan warga sebagai preman yang sering menakut-nakuti warga dengan granat manggis.
Mendapati laporan itu, Anggota Polres Aceh Timur, menangkap SM (16), pemuda asal Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (11/5/2020).
Remaja ini dilaporkan warga sebagai preman yang kerap beraksi menakuti warga dengan granat manggis.
Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwoko dihubungi melalui telepon menyebutkan, SM dilaporkan pada 5 Mei 2020 karena merusak truk dan mengancam pemiliknya di Desa Seumanah Jaya, Aceh Timur.
• Rahasia Desainer Vera Wang Tampak Masih Seperti 30 Tahunan, Padahal Usianya Sudah 70 Tahun
• Terpapar dari Tenaga Kesehatan, Bayi Tiga Bulan Dinyatakan Posotif Corona, Kondisinya Terus Membaik
• Dinding Berlapis Berton-ton Uang, Ternyata Semua Hasil Korupsi Pria Serakah Ini
Selain itu, pada desa yang sama, SM mencuri lapotop milik warga pada 15 Januari 2020.
“Dari dua laporan polisi itu, kita cari dia," kata Dwi Arys.
"Kita temukan di sebuah gubuk di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, lengkap dengan granat manggis yang digunakannya untuk menakuti warga selama ini.”
Lihai hindari polisi
Dia menyebutkan, selama ini SM terbilang lihai menghindari kejaran polisi.
Dia tak pernah tidur di rumah, dan kerap berpindah-pindah tempat. Sehingga polisi kesulitan menangkapnya.
“Dia dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Memiliki, Menguasai, Menyimpan Bahan Peledak Tanpa Disertai Ijin Yang Sah dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” sebutnya.
Saat ini, polisi mendalami apakah pelaku beraksi sendiri atau melibatkan orang lain.
“Kami dalami semua keterangannya, yang jelas, ini pria paling meresahkan masyarakat sudah kita tangkap dan ditahan di Mapolres,” pungkasnya.
Sumber : kompas.com