Internasional
Lakukan 39 Penerbangan di Atas Laut China Selatan, Amerika Serikat Tingkatkan Operasi Militernya
Tahun 2020 ini, Amerika Serikat telah meningkatkan operasi militernya di perairan dekat China. Karenanya, reiko konfrontasi antara kedua negara bakal
TRIBUNJAMBI.COM - Tahun 2020 ini, Amerika Serikat telah meningkatkan operasi militer nya di perairan dekat China. Karenanya, reiko konfrontasi antara kedua negara bakal terus meningkat.
Sepanjang tahun ini, pesawat dari angkatan bersenjata AS telah melakukan 39 penerbangan di atas Laut China Selatan, Laut China Timur, Laut Kuning, dan Selat Taiwan - lebih banyak dari tiga kali lipat jumlah yang dilakukan pada periode yang sama tahun 2019.
Melansir South China Morning Post, Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan empat operasi navigasi bebas di Laut China Selatan dalam empat bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan hanya delapan untuk keseluruhan tahun 2019.
Terbaru, pada 29 April, kapal penjelajah berpeluru kendali rudal USS Bunker Hill berlayar melalui rantai Kepulauan Spratly.
• Dendam Kesumat dengan Tiongkok, Amerika Serikat Buat Aturan Super Ketat Untuk Wartawan China di AS
• Benarkah Operasi Tempur Tiongkok di Laut China Selatan Untuk Perang Hadapi Negara Asia Tenggara?
Pada hari Jumat, kapal tempur litoral USS Montgomery dan kapal kargo USNS Cesar Chavez juga dilaporkan beroperasi di Laut China Selatan.
“Pasukan kami terbang, berlayar, dan beroperasi di perairan internasional Laut China Selatan atas kebijakan kami dan sesuai dengan norma-norma kelautan dan hukum internasional, menunjukkan berbagai kemampuan angkatan laut yang kami miliki di Indo-Pasifik,” kata Fred Kacher , komandan Kelompok Serangan Ekspedisi 7 seperti yang dikutip South China Morning Post.
• 7 Negara yang Disebut-sebut telah Lewati Puncak Pandemi Covid-19, Pantau Daftarnya
• Bukannya Urusi VIrus Corona di Negaranya, Presiden Brasil Ini Malah Asik-asikan Pesta dan Jet Ski
Amerika Serikat tidak memiliki klaim maritim baik di laut Timur atau China Selatan.
Namun, aksi mempertahankan kehadiran militer yang kuat di wilayah tersebut dilakukan untuk menunjukkan dukungannya kepada sekutu-sekutunya dan untuk melawan pembangunan fasilitas militer China dan sikap yang semakin agresif.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengatakan, dia ingin meningkatkan investasi militer di wilayah tersebut.
"Ini adalah cara di mana Anda mempertahankan tingkat prediksi strategis untuk memastikan kesiapan pasukan Anda, tetapi mengumpulkan tingkat ketidakpastian operasional yang lebih tinggi," katanya di sebuah seminar online pada hari Selasa.
Dia menambahkan bahwa peningkatan jumlah kebebasan operasi navigasi dan penerbangan militer telah membuat hal-hal lebih tak terduga untuk China.
• Lengkap Materi dan Jawaban Soal Belajar dari Rumah untuk SD SMP SMA Hari ini 11 Mei 2020, Streaming
• Ternyata Malam Tadi McDonalds Sarinah Didatangi Banyak Orang, Kisah Tutupnya McD Pertama Indonesia
Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat telah "melakukan pekerjaan dengan baik dalam hal mempertahankan unjuk kekuatan, pencegahan, kemampuan dan kesiapan yang kita butuhkan di ... wilayah," kata Esper.
Meskipun masing-masing negara masih bertempur melawan Covid-19, baik China maupun Amerika Serikat tidak memperlambat aktivitas militer mereka.
Timothy Heath, pakar keamanan dari think tank Rand Corporation di Amerika Serikat, mengatakan peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat sebagian karena kegagalan upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik antara Beijing dan Washington.
"China telah menegaskan kepemilikannya atas ruang air internasional yang sangat penting bagi perdagangan global dan keamanan Amerika Serikat," katanya.