Virus Corona

Perang Total Bukan Setengah Hati, Perlunya Pemberdayaan dan Kesadaran Masyarakat Menghadapi Covid-19

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.

Editor: Deni Satria Budi
zoom-inlihat foto Perang Total Bukan Setengah Hati, Perlunya Pemberdayaan dan Kesadaran Masyarakat Menghadapi Covid-19
IST
M Ridwan SKM MPH. Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi dan Ketua Pengda Persakmi Jambi

Perang melawan Covid-19 tidak bisa setengah hati. Perlawanan total seluruh elemen bangsa harus ikut memperjuangkan masalah ini.

Kota Jambi dengan Instruksi walikota nomor :08/INS/IV/HKU/2020 tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Corona virus disease (COVID-19) sudah sangat baik membuat instruksi yang harus dipatuhi oleh masyarakat.

Upaya Kota Jambi untuk mengimplementasikan instruksi tersebut dengan memberikan masker kepada masyarakat selain itu juga ada pemberian masker dari masyarakat atau relawan yang berasal dari perguruan tinggi maupun masyarakat.

Tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak warga yang tidak memakai masker jika keluar rumah. Hal ini menunjukan masih kurangnya kesadaran masyarakat memahami pentingnya pencegahan dalam penanganan Covid -19.

Semua Media sudah di siapkan , misalnya siaran Televisi, media sosial, video tron, baleho dan semua saluran media untuk menyuarakan tentang Covid-19 tapi menjadi pertanyaan mengapa masyarakat kita masih belum disiplin, masih bandel dengan kondisi yang dapat membahayakan bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitarnya.

Kementerian kesehatan sudah mengeluarkan pedoman pemberdayaan penaganan Covid-19 di tingkat RT/RW. Tetapi sekali lagi siapa yang mendampingi masyarakat untuk menjalankannnya.

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan mempunyai keterbatasan dari sisi kuantitas SDM maupun anggaran. Untuk itu keterlibatan masyarakat menjadi penting.

Kenapa kita harus melibatkan masyarakat ?

Masyarakat sebagai isu sentral dalam menghadapi covid -19 harus dilakukan edukasi dengan baik, masyarakat adalah orang –orang yang berisikio terhadap penularan Covid-19, karena dengan pemahaman yang maksimal maka masyarakat akan menjadi suatu solusi pemecahan terhadap pencegahan Covid-19.

Untuk itu masyarakat perlu pendamping dalam menghadapi Covid-19.

Jika dilihat dari regulasi semua sudah ada, tetapi siapakah yang menggerakan di akar ruput untuk menumbuhkan kesadaran, kemampuan individu untuk melawan Covid-19 maka diperlukan tenaga pendamping pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan covid.

Gugus Tugas Tingkat RT harus disiapkan dan didampingi oleh tenaga khusus dalam menggerakan gugus tugas di tingkat RT.

Tenaga pendamping akan terus bergerak memobilisasi, memotivasi masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran, dan meningkatkan disiplin diantarnya memakai masker, cuci tangan pakai sabun, Physical Distancing, dan penyemprotan disinfektan. Tenaga penyuluh kesehatan harus diaktifkan untuk menjadi relawan pendamping RT atau kelurahan

Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran begitu banyak untuk untuk kesiapsiagaan Covid diantarnya PKH, kartu sembako, bansos presiden, kartu pra kerja, dana desa, bansos kemensos, bansos provinsi, bansos kota, dan bantuan kemanusian.

Alangkah baiknya menyiapkan juga pos anggaran untuk tenaga pendamping yang dapat bekerja di tingkat kelurahan dan Rukun Tetangga (RT) sehingga pola edukasi, kegiatan isolasi mandiri, dan meningkatan peran gugus tugas Covid di Tingkat RT berjalan sesuai yang diharapkan sehingga pergerakan orang pendatang akan dapat dipantau dengan cepat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved