Berita Muarojambi
Kumpe Ilir jadi Kecamatan yang Paling Tinggi Kasus DBD nya di Kabupaten Muarojambi
Memasuki April 2020, di Kabupaten Muarojambi sudah terjadi sebanyak 11 kasus Demam Berdarah Dungue (DBD)
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI - Memasuki April 2020, di Kabupaten Muarojambi sudah terjadi sebanyak 11 kasus Demam Berdarah Dungue (DBD).
Kasus DBD tersebut tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Muarojambi.
Kabid Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Muarojambi Afifudin mengatakan, untuk kasus DBD yang paling tinggi di Kabupaten Muarojambi ada di Kecamatan Kumpe Ilir.
Menurutnya, jika dilihat berdasarkan peta administrasi kecamatan, terdapat tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kumpe Ilir, Jaluko dan Kecamatan Sekernan.
• 4 Orang Meninggal, Awal Januari 2020 Jadi Kejadian Luar Biasa Kasus DBD di Kabupaten Muarojambi
• Naik Signifikan, Kasus Demam Berdarah di Muarojambi dari Januari hingga Maret Capai 235 Kasus
• Data Sebenarnya Korban Covid-19 di Wuhan Terungkap, setelah Revisi Tambah Ribuan Orang Meninggal
• Sri Mulyani Prediksi Pengangguran Naik 5,2 Juta dan Penduduk Miskin Tambah 3,78 Juta Akibat Corona
"Saya juga heran pada dasarnya tiga tahun sebelumnya paling tinggi di daerah Jaluko, tapi untuk saat ini yang pling tinggi di daerah kumpe Ilir, ketiga disusul daerah Sengeti," ungkap Afifudin.
Beberapa hari lalu kata Afifudin, ada dua kasus DBD di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam dan sudah mendapatkan penindakan pengobatan di puskesmas setempat.
"Kemarin juga sudah kita lakukan fooging di wilayah Desa Mekar Jaya, di RT 20 dan 30," ujarnya.
Pihaknya berharap kepada masyarakat, meskipun situasi virus corona juga mewabah, masyarakat juga diminta berperan aktif untuk melakukan pencegahan terhadap kasus DBD. (Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)