Berita Muarojambi
4 Orang Meninggal, Awal Januari 2020 Jadi Kejadian Luar Biasa Kasus DBD di Kabupaten Muarojambi
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Muarojambi pada akhir Januari 2020 lalu, menjadi kasus kejadian luar biasa.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Muarojambi pada akhir Januari 2020 lalu, menjadi kasus kejadian luar biasa.
Kabid Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Muarojambi, Afifudin mengatakan, pada akhir Januari kasus DBD di Muarojambi, alami kematian sebanyak empat orang.
"Untuk kasus DBD sepanjang tahun di Muarojambi ini merupakan kejadian yang luar biasa," jelasnya.
• Naik Signifikan, Kasus Demam Berdarah di Muarojambi dari Januari hingga Maret Capai 235 Kasus
• Data Sebenarnya Korban Covid-19 di Wuhan Terungkap, setelah Revisi Tambah Ribuan Orang Meninggal
• VIDEO: Viral Penggali Pasir Temukan Mahkota Raja di Sungai Blitar, Diduga Peninggalan Majapahit
Ia mengatakan, korban meninggal kasus DBD tersebut merupakan warga Kumpeh. Selanjutnya Ia juga menjelaskan setiap ada kasus DBD, mereka akan melakukan pengadaan epidemiologi (PE), guna memastikan ketika ada warga yang diduga terserang DBD, maka dilakukan kebenarannya.
"Apakah itu benar kasus DBD, benar tidak ada terjadi penularan, dan benar tidak populasinya tinggi. Kalau dalam pengadaan epidemiologi itu benar, maka tindakan yang harus dilakukan penindakan pengobatan lewat puskesmas dan rumah sakit," jelasnya.
Pihaknya kata Afifudin, juga akan melakukan penindakan secara fooging, karena merupakan penindakan secara kemasyarakatan guna untuk memutuskan penularan nyamuk dewasa.
Selain itu pihaknya juga selalu mendorong masyarakat untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, agar jentik nyamuk yang ada tidak menjadi dewasa.
"Kita dari dinkes akan selalu mensuport adanya kegiatan kebersihan yang dilakukan oleh masyarakat melalui puskesmas dan kader," ujarnya. (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)