Napi Korupsi Tak Jadi Dibebaskan, Najwa Shihab Ucapkan Terima Kasih dan Tag Menkumhan Yasonna Laoly

Jokowi membenarkan ada pembebasan narapidana mengingat kondisi lembaga permasyarakatan (lapas) yang kelebihan kapasitas menjadi potensi penyebaran Cov

Instagram @najwashihab
Unggahan terbaru Najwa Shihab setelah Jokowi memastikan narapidana korupsi tidak dibebaskan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memastikan tidak ada narapidana korupsi dibebaskan karena pencegahan penyebaran virus corona ( Covid-19 ).

Jokowi membenarkan ada pembebasan narapidana mengingat kondisi lembaga permasyarakatan (lapas) yang kelebihan kapasitas menjadi potensi penyebaran Covid-19.

Namun, hal itu ditujukan hanya untuk narapidana umum.

"Jadi pembebasan untuk napi hanya untuk napi pidana umum," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference di Istana Bogor, Senin (6/4).

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Instagram @sekretariat.kabinet)

Jokowi menegaskan hal serupa juga dilakukan di sejumlah negara.

Iran telah membebaskan 95.000 napi dan Brasil membebaskan 34.000 napi.

Di Indonesia juga telah menyetujui pembebasan napi dalam lapas kapasitas berlebih.

Namun, ada sejumlah persyaratan agar pembebasan tersebut bisa dilakukan.

Berbalik Menguat, Rupiah Ditutup ke Level Rp 16.413 per dolar AS Hari Ini

Nasib THR di Tengah Pandemi COVID-19, Menko Perekonomian: Perusahaan Wajib Kasih Tunjangan Karyawan

Sementara untuk napi koruptor, pembebasan harus mengubah Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012. Jokowi menegaskan tak ada rencana merevisi PP tersebut.

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat kita. Jadi mengenai PP 99/2012 perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini," jelas Jokowi.

Halaman
1234
Penulis: suci
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved