Tawarkan Lewat WhatsApp, Sexy Dancer di Surabaya Nyambi Jadi PSK Online Bertarif Rp 3 Juta
Prostitusi bertarif kelas premium itu terbongkar dari informasi masyarakat adanya prostitusi online yang dipasarkan via WhatsApp (WA).
TRIBUNJAMBI.COM - Tawarkan Lewat WhatsApp, Sexy Dancer di Surabaya Nyambi Jadi PSK Online Bertarif Rp 3 Juta.
Bersama muncikari prostitusi online, seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil diciduk polisi.
Kejadian tersebut berlangsung saat para PSK dan muncikari sedang melayani pelanggan di sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur.
Prostitusi bertarif kelas premium itu terbongkar dari informasi masyarakat adanya prostitusi online yang dipasarkan via WhatsApp (WA).
Mereka bertransaksi di satu hotel di Kabupaten Kediri, pada Senin (23/3/2020).
• Jangan Sampai Lupa! Hari Ini Berakhir Pengisian Sensus Penduduk Online 2020, Simak Cara Isi Datanya
• Tangis Anies Baswedan Pecah Saat Baca Angka Korban Meninggal Akibat Virus Corona: Lebih Tinggi Lagi
• Orang Dekat Jokowi Ini Sebut Darurat Sipil Opsi Terakhir Tangani Corona: Jangan seperti di India
• Kekhawatiran Karni Ilyas Jika Penerapan Lockdown Dilakukan: Bingung Mau Makan Apa Rakyat Nanti
Beredar viral di grup-grup WhatsApp (WA), dua cewek cantik asal Surabaya mencari pelanggan dalam bisnis prostitusi online.
Polisi pun turun tangan dan akhirnya menangkap dua cewek asal Surabaya dan seorang muncikari prostitusi online tersebut.
Bisnis prostitusi online bertarif Rp 3 juta sekali kencan itu diungkap jajaran Satreskrim Polres Kediri.
"Setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar ada praktik prostitusi sehingga dilakukan penggerebekan," ungkap Kasubag Humas Polres Kediri AKP Purnomo, Minggu (29/3/2020).
Saat polisi menggerebek didapati ada pasangan bukan suami istri, ada di kamar yang digrebek ditempati oleh muncikari Nadia.
Sementara PSK yang dipekerjakan oleh Nadia masing-masing, AH (33) dan YN (24) keduanya berprofesi sebagai lady escort dan sexy dancer klub malam di Kota Surabaya.
Dari pengakuan kedua PSK mereka dipekerjakan oleh Nadia untuk melayani pria hidung belang.
Tarif sekali kencan Rp 3 jutaan.
Dalam penangkapan itu polisi mengamankan dua tersangka, Nadia Annisa alias Indah (21) berprofesi sebagai lady escort warga Jl Ngagel Madya, Surabaya dan Dina Afriani alias Vika (33 ) supervisor tempat hiburan karaoke warga Keputran, Surabaya.
Tersangka Nadia sendiri mengakui dirinya sebagai penyedia layanan prostitusi lewat WhatsApp (WA).