Virus Corona
Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktu Kapan Penyebaran Virus Corona Bakal Berakhir
Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktu Kapan Penyebaran Virus Corona Bakal Berakhir
Sehingga, risiko kematian sangatlah rendah, bahkan ketika sudah digandakan.
Terkait temuan Levitt, seorang ahli biostatistik di University of Massachusetts Amherst, Nicholas Reich, mengatakan, banyaknya perspektif para ahli dapat lebih mengarahkan pengambilan keputusan yang rumit dari para pembuat keputusan pada waktu-waktu mendatang.
Tidak separah yang terjadi
Levitt mengatakan, ia mendukung langkah-langkah kuat untuk memerangi wabah tersebut.
Menurut dia, mandat pembatasan sosial sangat penting, terutama larangan pertemuan besar.
Ia menyebut, virus ini sangat baru sehingga penduduk tidak memiliki kekebalan terhadapnya dan vaksin kemungkinan baru bisa digunakan beberapa bulan lagi.
Meski begitu, lanjutnya, mendapatkan vaksinasi flu juga penting untuk mengurangi kemungkinan rumah sakit dibanjiri pasien karena virus corona tidak terdeteksi.
"Mungkin ini faktor (kasus membeludak) di Italia, negara dengan gerakan anti-vaksin yang kuat," katanya.
Dia menambahkan, pemberitaan juga berkontribusi besar terhadap kepanikan yang tidak perlu di masyarakat.
Padahal, kasus penyakit lainnya yang juga menyebabkan kematian dengan angka tinggi tidak hanya virus corona, tetapi hal itu tidak banyak diberitakan.
Levitt khawatir, langkah-langkah kesehatan masyarakat yang telah menyebabkan gangguan ekonomi yang besar ini justru dapat menyebabkan bencana kesehatan mereka sendiri, seperti kemiskinan dan keputusasaan karena kehilangan pekerjaan.
• Bikin Kaget, Dikira Warga Ojol Tergeletak Diatas Motor karena Covid-19, Begitu Tahu Langsung Ketawa
Dia menuturkan, virus dapat tumbuh secara eksponensial hanya ketika tidak terdeteksi dan tidak ada yang bertindak untuk mengendalikannya.
Hal itulah yang terjadi di Korea Selatan bulan lalu.
Jadi, perlu deteksi dini yang lebih baik, tidak hanya melalui pengujian, tetapi juga bisa dengan pengawasan suhu tubuh seperti diterapkan China, dan isolasi sosial.
Meskipun untuk sementara ini tingkat kematian akibat Covid-19 tampak secara signifikan lebih tinggi daripada flu, Levitt mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir. "Ini bukan akhir dunia.
Situasi sebenarnya tidak separah yang seolah terjadi," ungkapnya.
Sementara itu, seorang dokter dan peneliti penyakit menular di Lundquist Institute for Biomedical Innovation di Harbor-UCLA Medical Center, Loren Miller, mengatakan, terlalu dini untuk menarik kesimpulan apa pun.
Baik kesimpulan positif maupun negatif tentang pandemi yang masih berlangsung ini.
Menurut dia, saat ini masih banyak ketidakpastian yang terjadi.
"Di China mereka bisa menghentikannya dalam waktu singkat, di Amerika, mungkin kita bisa mungkin juga tidak. Kita tidak tahu itu," katanya.
• Ukuran Tubuh Cut Tari Sebenarnya, Ternyata Ini yang Bikin Sebagian Badannya Terlihat Menarik
• Uang Pensiunan Wakil President, Tak Cukup Untuk Bayar Tagihan PDAM dan PBB Bung Hatta
• BPBD dan Polres Muarojambi Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan di Fasilitas Umum Kota Sengeti
Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Kapan Penyebaran Wabah Virus Corona Akan Berakhir? Ilmuwan Peraih Nobel Ungkap Prediksi Waktunya
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: