Virus Corona
Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktu Kapan Penyebaran Virus Corona Bakal Berakhir
Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktu Kapan Penyebaran Virus Corona Bakal Berakhir
Ilmuwan Peraih Nobel Ini Ungkap Prediksi Waktu Kapan Penyebaran Virus Corona Bakal Berakhir
TRIBUNJAMBI.COM - Banyak ilmuwan hingga peneliti mencoba menemukan vaksin dari virus corona atau covid-19.
Namun satu ilmuwan pemenang Nobel dan ahli biofisika Stanford University, Michael Levitt berfikir bukan melalui cara menemukan vaksin, melainkan hilangnya sendiri wabah tersebut.
Michael Levitt memperkirakan peningkatan jumlah kematian terkait kasus virus corona akan terus berkurang dari hari ke hari.
Levitt mulai menganalisis jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia pada bulan Januari.
• DPRD Bungo Siap Alokasikan BTT untuk Tangani Corona
• Begini Nasib 42 Pemuda Ngeyel yang Ngumpul di Tengah Wabah Virus Corona, Langsung Digelandang Polisi
• RSUD Daud Arif Pesan 400 Stel APD untuk Tangani Pasien Corona di Tanjab Barat
• Inilah Satu-satunya Negara di Eropa yang Tak Khawatir Wabah Virus Corona (Covid-19), Ini Alasannya
Perkiraannya itu dibuat jauh sebelum banyak pakar kesehatan memperkirakan merebaknya virus corona itu.
Saat ini, dia memperkirakan, situasi serupa akan terjadi di Amerika Serikat.
Ia juga menyebut jika negara-negara lain di dunia juga terdampak virus corona.
Jika sejumlah ahli epidemiologi memprediksi akan ada gangguan sosial besar-besaran dan berkepanjangan serta jutaan kematian, analisis Levitt justru berkebalikan dengan skenario mengerikan itu.
"Yang kita butuhkan saat ini adalah mengendalikan kepanikan. Dalam skala besar, kita akan baik-baik saja," katanya, seperti dilansir dari LA Times.
Data yang dianalisis oleh Levitt dari kasus China
Pada 31 Januari, China mencatat 46 kasus kematian baru karena Covid-19 dan 42 kematian baru sehari sebelumnya.
Meski jumlah kematian meningkat setiap harinya, tetapi tren kenaikan itu perlahan mereda.
Dalam pandangannya, fakta bahwa kasus baru yang sedang diidentifikasi berjalan lebih lambat daripada jumlah kasus baru itu sendiri adalah tanda awal bahwa lintasan wabah telah bergeser.
Levitt mengibaratkan wabah adalah mobil yang melaju di jalan raya terbuka.
Meskipun mobil itu masih memiliki kecepatan tertentu, tidak berarti mobil itu mengalami peningkatan kecepatan yang sama besar seperti sebelumnya.