Berita Nasional
Pengamat Intelijen Tegur Fadli Zon dan Rizal Ramli: Situasi Darurat Ini Seharusnya Evaluasi Diri
Pengamat Intelijen Tegur Fadli Zon dan Rizal Ramli: Situasi Darurat Ini Seharusnya Evaluasi Diri
Pengamat Intelijen Tegur Fadli Zon dan Rizal Ramli: Situasi Darurat Ini Seharusnya Evaluasi Diri
TRIBUNJAMBI.COM - Dua pengamat politik mendapat teguran oleh sosok pengamat intelijen di tengah isu virus corona yang kini mewabah di Indonesia.
Pengamat politik dan intelijen meminta Fadli Zon dan Rizal Ramli agar menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi ditengah virus corona melanda Indonesia
Hal ini menanggapi Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon seolah bersahut-sahutan dengan ekonom dan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dalam cuitannya di akun Twitter.
Mereka mempermasalahkan kedatangan 49 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok melalui Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/3/2020).
• Pernyataan Menkes Terawan Lebih Berbahaya dibandingkan Virus Corona, Fadli Zon: Menganggap Enteng!
• Fadli Zon Sebut Banjir Jakarta Bukan Salah Anies Baswedan, Anak Buah Prabowo Malah Singgung Jokowi
• Fadli Zon Menyindir, Kenapa Untuk Urusan Banjir Selalu Anies Baswedan yang Disalahkan

• Dukcapil Sarolangun Rombak Model Layanan, 30 Menit Bisa Selesai
• Pulang dari Field Trip Kota Terdampak Corona, 64 Siswa Sekolah di Kota Jambi Disemprot Disinfektan
• VIDEO: 64 Siswa SMA Kota Jambi Jalani Screeaning Setelah Field Trip ke Daerah Terpapar Corona
Fadli Zon kemudian merespons cuitan Rizal dengan menuduh mereka yang memberi izin masuk TKA sebagai pengkhianat bangsa.
Menanggapi cuitan kedua tokoh tersebut, pengamat politik dan intelijen Suhendra Hadikuntono memberikan apresiasi terhadap kepedulian Fadli Zon dan Rizal Ramli.
Namun, menurut Suhendra, selayaknya dalam kondisi bangsa yang sedang menghadapi darurat penyebaran virus Corona atau Covid-19 ini kedua tokoh itu bisa menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi.
"Meskipun secara obyektif pandangan Rizal Ramli dan Fadli Zon tersebut benar, tapi seharusnya mereka bijak dalam mengeluarkan pendapat.
Setiap orang memang bebas berpendapat, namun dalam situasi darurat begini mereka seharusnya melakukan evaluasi diri apakah pendapatnya yang dikutip media tersebut produktif atau tidak bagi kemaslahatan bangsa," ujar Suhendra yang dihubungi media, Kamis (19/3/2020).
Suhendra mengimbau semua pihak, terutama para tokoh bangsa untuk bahu-membahu membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam menciptakan situasi kondusif bagi proses penanganan Covid-19 yang sampai hari ini sudah memakan korban 25 jiwa.
• VIDEO: 64 Siswa SMA Kota Jambi Jalani Screeaning Setelah Field Trip ke Daerah Terpapar Corona
• Komunitas Pecinta Tekuluk Jambi Lahir dari Berbagai Kalangan
• Berapa Suhu Tubuh Normal Berdasarkan Usia Anak - Dewasa? Gejala Corona Suhunya 38 Derajat ke Atas
Menurut Suhendra, mereka seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.
Setiap informasi ke publik, jelasnya, harus didahului dengan analisis intelijen yang akurat serta melakukan check and recheck.
Suhendra juga menyarankan lembaga intelijen baik di pusat maupun daerah agar berhati-hati menganalisis masalah.
Masukan yang diberikan kepada otoritas pejabat setempat menurut Suhendra harus disertai analisis dampak sosial politik yang mendalam.