Berita Nasional

Pengamat Intelijen Tegur Fadli Zon dan Rizal Ramli: Situasi Darurat Ini Seharusnya Evaluasi Diri

Pengamat Intelijen Tegur Fadli Zon dan Rizal Ramli: Situasi Darurat Ini Seharusnya Evaluasi Diri

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. 

Khusus mengenai kedatangan TKA asal Tiongkok di Kendari, menurut Suhendra, menunjukkan aparat intelijen setempat tidak peka memaknai dampak sosial politik yang terjadi dalam situasi negara yang sedang darurat menangani Covid-19.

"Tugas intelijen itu memberi masukan komprehensif disertai analisis dampak sosial politik dan aspek pertahanan keamanan kepada aparat negara dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan," paparnya.

Lepas dari itu, Suhendra mengaku lega bahwa 49 orang TKA asal Tiongkok tersebut sudah menjalani karantina selama 14 hari sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Untuk itu Suhendra mengajak semua pihak untuk tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut dan kembali fokus membantu pemerintah dalam menangani kondisi darurat Covid-19.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Rapat Paripurna DPRD Kerinci Ditunda

Agnez Mo dan Raphael Maitimo Pacaran? Sudah Go Public, Jawab Komentar Netizen saat Live IG Berdua

Begini Cara Komunitas Tekuluk Jambi Sosialisasikan Penutup Kepala Wanita Melayu

Berapa Suhu Tubuh Normal Berdasarkan Usia Anak - Dewasa? Gejala Corona Suhunya 38 Derajat ke Atas

"Dalam kondisi darurat seperti ini saya mengajak semua tokoh bangsa untuk melakukan "statement distancing" yaitu menjaga memberikan pendapat pribadi yang bisa memperkeruh situasi.

Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mempunyai soliditas dan solidaritas sosial yang tinggi dalam menghadapi situasi darurat penyebaran Covid-19," pungkas Suhendra.

Dalam kaitan ini, Rabu (18/3/2020), Suhendra juga mengkritik keras statemen mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo yang menggaungkan imbauan salat berjemaah di masjid

Menurut Suhendra sangat membahayakan keselamatan umat Islam dan berlawanan dengan upaya pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan pembatasan interaksi sosial masyarakat.

Sambil bercanda, Suhendra mengaku membuka kantornya 24 jam untuk menampung dan berdiskusi bagi siapa pun yang "radikal" dalam memahami Corona agar tidak berbicara di luar yang hanya memantik keresahan masyarakat

Geger 49 TKA China di Kendari, Fadli Zon: Ini Jelas Skandal, Usut Siapa di Belakangnya

Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra sekaligus Anggota DPR RI, Fadli Zon, meminta supaya masuknya 49 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diusut tuntas.

Ia mempertanyakan, dalam situasi darurat corona seperti ini masih ada pihak-pihak yang membawa TKA asal China masuk ke Indonesia, sedangkan negara lain justru menghindari

Hal itu diungkapkan Fadli Zon melalui akun Twitternya, Selasa (17/3/2020)

"Harus diusut siapa dibelakangnya, apakah mungkin tanpa koneksi dan persyaratan 49 org dlm situasi darurat spt ini?," tulis Fadli Zon, dikutip Warta Kota dari akun Twitternya, Selasa (17/3/2020)

Fadli Zon menyebut masuknya puluhan TKA asal China itu sebagai sebuah “skandal”. Apalagi, tulisnya, kedatangan para TKA itu informasinya simpang-siur.

Seorang Pengusaha di Lampung Tembak Kepala Sendiri Menggunakan Senjata Api

20 Hari Operasi, Polresta Jambi Berhasil Amankan 29 Pelaku Narkoba dan Ratusan Gram Sabu

Bak Hotel Berbintang, Ini Penampakan Wisma Atlet dan Fasilitasnya Untuk Rumah Isolasi Pasien Corona

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved