Merantau Jadi SPG, Pulang Alami Gangguan Jiwa Sampai Dipasung 6 Tahun, Begini Nasibnya Kini!

Wanita yang pernah bekerja sebagai SPG tersebut alami gangguan jiwa sehingga sempat dipasung 6 tahun.

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN  
Petugas Puskesmas Jatilawang merujuk pasien ODGJ di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2020)  

TRIBUNJAMBI.COM- Sebuah kisah pilu dialami PJ (47) seorang warga di Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah.

Wanita yang pernah bekerja sebagai SPG tersebut alami gangguan jiwa sehingga sempat dipasung 6 tahun.

Enam tahun lalu, ia pulang ke kampung halamannya dalam keadaan berbeda dan tampak seperti Orang dengan Gangguan Jiwa / ODGJ.

Deretan Buku yang Meramalkan Bencana Virus Corona, Penulisnya Disebut Punya Kemampuan Psikis

PJ (48), wanita ODGJ atau dengan gangguan jiwa asal Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya dibebaskan usai dipasung selama 6 tahun.

Dilansir dari Antara, PJ sempat bekerja menjadi sales promotion girl (SPG) di Purwokerto sebelum mengalami gangguan jiwa.

Rebutan Obat Anti Virus Corona Berujung Pilu, Seorang Bocah dan Nenek Jadi Korban Penusukan

Hal itu dibenarkan Watini (42), adik kandung PJ.

Watini menambahkan, selain jadi SPG, kakaknya juga sempat bekerja merantau di Bandung, Jawa Barat.

Namun, sepulang dari Bandung, PJ menjadi sosok yang berbeda. Saat itu pihak keluarga mendapat informasi jika PJ telah mengikuti aliran sesat.

"Sepulangnya dari Bandung, kondisi Mbak PJ sudah berbeda. Kabarnya dia sempat ikut aliran sesat," ujar Watini.

Setelah pulang kampung di Jatilawang, lanjut Watini, kakaknya sempat mengalami kecelakaan dan mengalami luka parah di bagian kepala.

Pihak kelurga beberapa kali membawa PJ berobat ke RSUD Banyumas dan rumah sakit di Solo, namun tidak mengalami perubahan, terutama kesehatan mentalnya.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved